Sidang Kartel Tiket Pesawat, Lion Air Sebut KPPU Kelewat Batas

Reporter

Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menduga persoalan harga tiket pesawat adalah akibat kecenderungan pasar penerbangan yang oligopolistik, bahkan mengarah pada duopoli dan dugaan kartel.

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Majelis Sidang Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) memutuskan melanjutkan sidang atas perkara dugaan kartel tiket pesawat yang digelar pada Selasa, 1 Oktober 2019. Agenda sidang adalah penyerahan nama saksi dan ahli kepada Panitera yang dilakukan paling lambat pada pekan depan 8 Oktober 2019.

"Kami beri waktu paling lambat sampai 8 oktober semuanya akan diberikan waktu sampai 8 Oktober untuk mendatangkan saksi dan ahli,” tutur Ketua Majelis Sidang Kurnia Toha di ruang sidang KPPU, Jakarta Pusat, Selasa, 1 Oktober 2019.

Dalam agenda persidangan hari ini Kurnia Toha didampingi oleh Kodrat Wibowo dan Yudhi Hidayat sebagai anggota majelis sidang. Agenda sidang untuk mendengarkan tanggapan atau keterangan dari terlapor terhadap perkara dugaan kartel tiket maskapai.

Dalam perkara ini, KPPU mendatangkan tujuh terlapor. Di antaranya Garuda Indonesia, Citilink Indonesia, Sriwijaya Air, NamAir, Lion Air, Batik Air, dan Wings Air.

Pada sidang kasus dugaan kartel tiket pesawat ini diduga melanggar Pasal 5 dan Pasal 11 UU Nomor 5 tahun 1999. Laporan ini berkaitan dengan adanya masalah seputar penetapan harga tiket pesawat untuk angkutan niaga berjadwal kelas ekonomi rute domestik.

Adapun yang sudah siap menyampaikan tanggapannya terkait kasus tersebut adalah Garuda Indonesia, Citilink Indonesia, Lion Air, Batik Air, dan Wings Air. Sedangkan Nam Air menyampaikan tanggapan dengan surat tertulis.

Namun maskapai Sriwijaya Air masih belum siap terhadap tanggapan atas dugaan yang disangkakan. Pihak maskapai masih meminta penudaan persidangan karena terkendala masalah perombakan direksi yang dialami.

"Kami minta penundaan persidangan karena sedang melakukan perombakan Direksi," Brilian Ptareto kuasa hukum Sriwijaya Air, Selasa, 1 Oktober 2019.

Dalam penyampaian tanggapan dari kuasa Hukum dari terlapor Garuda dan Citilink Nurmalita Malik mengatakan, kliennya tidak terlibat oleh tiket kartel pesawat karena dalam harga tiket pesawat telah diatur oleh pemerintah.

"Perkaranya harus dikecualikan berdasarkan pasal 50a undang-undang nomor 5 tahun 1999, karena Peraturan Menteri itu berdasarkan dari delegasi langsung perundangan penerbangan karena kita hanya menjalankan dari perundangan yang terkait harga," ujar Nurmalita, Selasa, 1 Oktober 2019.

Lalu dari pihak terlapor Lion Air, Batik Air, dan Wings Air menganggap kewenangan dari KPPU telah melewati batas karena mengintervensi tentang tarif tiket pesawat yang sebenarnya sudah diatur oleh Kementerian Perhubungan. "Bahwa terjadi tumpang tindih overlap kewenangan ketika suatu lembaga lebih dominan menjalankan fungsinya sebagai suatu lembaga yang khusus (Kementerian Perhubungan)," kata pengacara Lion Air Group, Harris Arthur Hedar.

Sementara itu Kurnia Toha mengatakan apabila para terlapor tidak segera menyerahkan nama saksi dan ahli paling lambat pekan depan, maka hak mereka dalam menyediakan saksi akan hilang secara otomatis. Menurutnya persidangan harus berjalan sesuai waktu yang ditentukan, "Jika semua tidak sesuai maka saya melanggar undang-undang," ungkapnya.

Kurnia mengungkapkan jika semua terlapor sudah menyerahkan nama saksi dan ahli maka persidangan akan dilanjutkan persidangan mendengarkan saksi dan ahli dalam kasus dugaan kartel pesawat.






Penjelasan Lion soal Wings Air Batalkan Penerbangan Ambon-Saumlaki: Pesawat Rugi

15 jam lalu

Penjelasan Lion soal Wings Air Batalkan Penerbangan Ambon-Saumlaki: Pesawat Rugi

PT Lion Mentari Airlines akan mengevaluasi Wings Air yang membatalkan semua penerbangan rute Ambon-Saumlaki di Maluku dan sebaliknya.


Penerbangan Jakarta - Banda Aceh Tertunda 3 Jam, Batik Air Ganti Pesawat karena Hal Ini

1 hari lalu

Penerbangan Jakarta - Banda Aceh Tertunda 3 Jam, Batik Air Ganti Pesawat karena Hal Ini

Penerbangan pesawat Batik Air tujuan Jakarta-Banda Aceh tertunda hingga tiga jam.


Wings Air Batalkan Semua Penerbangan Ambon-Saumlaki Karena Merugi

1 hari lalu

Wings Air Batalkan Semua Penerbangan Ambon-Saumlaki Karena Merugi

Lion Air Group menanggapi kabar Wings Air yang membatalkan semua penerbangan rute Ambon-Saumlaki di Maluku dan sebaliknya mulai 13-31 Agustus 2022.


Garuda Tak Akan Naikkan Harga Tiket Pesawat karena Harga Avtur Turun

2 hari lalu

Garuda Tak Akan Naikkan Harga Tiket Pesawat karena Harga Avtur Turun

Harga tiket Garuda saat ini disebut sudah lebih tinggi ketimbang maskapai lain.


Kemenkeu Sebut Dampak Kenaikan Harga Tiket Pesawat ke Inflasi Minim, Bagaimana Penjelasannya?

7 hari lalu

Kemenkeu Sebut Dampak Kenaikan Harga Tiket Pesawat ke Inflasi Minim, Bagaimana Penjelasannya?

Kemenkeu menyatakan kenaikan harga tiket pesawat tak akan banyak memengaruhi inflasi. Bagaimana penjelasan lengkapnya?


Tuslah Berlaku, Bos Garuda Pastikan Harga Tiket Pesawat Tetap Terjangkau

7 hari lalu

Tuslah Berlaku, Bos Garuda Pastikan Harga Tiket Pesawat Tetap Terjangkau

Garuda Indonesia berkomitmen memastikan keterjangkaun harga tiket pesawat, meskipun juga harus menyesuaikan dengan lonjakan harga bahan bakar pesawat.


INACA Pastikan Kenaikan Harga Tiket Pesawat Tak Pengaruhi Biaya Angkutan Logistik

7 hari lalu

INACA Pastikan Kenaikan Harga Tiket Pesawat Tak Pengaruhi Biaya Angkutan Logistik

INACA melihat kenaikan harga tiket pesawat karena penerapan tarif tambahan atau tuslah tak akan membuat biaya logistik angkutan udara ikut melonjak.


Terpopuler Bisnis: 4 Orang Tewas dalam Kecelakaan di Perlintasan Kereta, Maskapai Diminta Turunkan Harga Tiket

7 hari lalu

Terpopuler Bisnis: 4 Orang Tewas dalam Kecelakaan di Perlintasan Kereta, Maskapai Diminta Turunkan Harga Tiket

Sepanjang Ahad, 7 Agustus 2022, berita tentang kecelakaan di perlintasan kereta di Cirebon banyak disoroti pembaca.


INACA Sebut Maskapai Bisa Turunkan Harga Tiket Pesawat di Rute Gemuk

8 hari lalu

INACA Sebut Maskapai Bisa Turunkan Harga Tiket Pesawat di Rute Gemuk

Kementerian Perhubungan mengizinkan maskapai menerapkan tarif tambahan atau tuslah sampai 15 persen untuk tiket pesawat.


Tarif Tambahan untuk Tiket Pesawat Diizinkan Naik 15 Persen, Bos Garuda: Kami Review

8 hari lalu

Tarif Tambahan untuk Tiket Pesawat Diizinkan Naik 15 Persen, Bos Garuda: Kami Review

Bos Garuda Indonesia ini memastikan perusahaannya bakal menjaga agar harga tiket pesawat tetap terjangkau bagi masyarakat.