Pemerintah Hitung Kebutuhan Pencairan Pinjaman ADB - Bank Dunia

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekjen PBB Antonio Guterres dan Wapres Jusuf Kalla mengunjungi lokasi terdampak gempa dan likuifaksi di Balaroa, Palu, Sulawesi Tengah, Jumat, 12 Oktober 2018.

    Sekjen PBB Antonio Guterres dan Wapres Jusuf Kalla mengunjungi lokasi terdampak gempa dan likuifaksi di Balaroa, Palu, Sulawesi Tengah, Jumat, 12 Oktober 2018.

    TEMPO.CO, NUSA DUA -  Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan  pemerintah segera menghitung ulang kebutuhan pembangunan kembali infrastruktur pascabencana di Palu dan Lombok,  setelah mendapat tawaran pinjaman bantuan darurat dari Grup Bank Dunia (World Bank)  dan  Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank atau ADB).

    Baca: Ridwan Kamil Lobi Pembiayaan Infrastruktur ke ADB Indonesia

    "Sedang didata semua kerusakan rumah, infrastruktur dan lain-lain. Baru nanti kami bicarakan lagi dengan ADB dan World Bank," kata Kalla di Hotel Laguna,  Nusa Dua,  Bali,  Sabtu, 13 Oktober 2018. Dapat Tawaran Pinjaman, Pemerintah Hitung Ulang Pembangunan Infrastruktur 

    Sebelumnya, Presiden Bank Pembangunan Asia Nakao menyampaikan bantuan anggaran darurat untuk bencana dengan total US$ 1 miliar kepada pemerintah Indonesia. Pinjaman terdiri atas anggaran darurat US$ 500 juta dan tambahan pinjaman rekonstruksi infrastruktur senilai US$ 500 juta.  Bantuan ini di luar program pinjaman reguler bank rata-rata US$ 2 miliar per tahun.

    Dalam pernyataan resmi, Nakao mengatakan pinjaman ini memiliki masa tenggang delapan tahun dan masa pembayaran kembali selama 32 tahun. "Lebih lama daripada biasanya." Bank multilateral ini juga akan memberi bantuan teknis dan pendampingan strategi perencanaan pemulihan serta rekonstruksi.

    Pada 8 Oktober,  ADB juga memberikan hibah darurat US$ 3 juta dari Dana Tanggap Bencana Asia Pasifik yang dipimpin ADB. Hibah ini khusus diberikan untuk korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah. 

    Menurut Kalla, pemerintah hanya akan mencairkan pinjaman sesuai kebutuhan di lapangan.  "Tidak akan berlebihan,  mekanismenya seperti biasa saja, " ucap Kalla.  Pemerintah juga akan menghitung pembagian alokasi bantuan yang diberikan oleh Bank Dunia

    Di Palu,  World Bank menjanjikan bantuan senilai US$5 juta untuk merehabilitasi kerusakan infrastruktur di kawasan terdampak tsunami dan gempa Palu. "Kami berkomitmen untuk memberikan dukungan berupa bantuan dan rehabilitasi," kata CEO World Bank Kristalina Georgieva, di Kota Palu seusai meninjau daerah terdampak bencana itu, Jumat 12 Oktober 2018.

    PUTRI ADITYO | FRANCISCA CHRISTY


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Cara Perlawanan 75 Pegawai KPK yang Gagal TWK

    Pegawai KPK yang gagal Tes Wawasan Kebangsaan terus menolak pelemahan komisi antirasuah. Seorang peneliti turut menawarkan sejumlah cara perlawanan.