Distribusi Rupiah di Daerah Terluar dan Terpencil, Begini Caranya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana pos Pengamanan pulau terluar di pulau Ndana, Rote Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, 15 Agustus 2015. ANTARA FOTO

    Suasana pos Pengamanan pulau terluar di pulau Ndana, Rote Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, 15 Agustus 2015. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Bank Indonesia dan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) memperkuat kerja sama untuk terus mendistribusikan uang Rupiah di daerah terluar dan terpencil wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

    Penguatan kerja sama dimaksud dituangkan dalam Nota Kesepahaman (NK) antara Bank Indonesia dengan TNI Angkatan Laut dalam rangka pemanfaatan sumber daya yang dimiliki Bank Indonesia dan TNI AL dalam mendukung pelaksanaan tugas yang ditandantangani oleh Deputi Gubernur BI, Sugeng dan Kepala Staf Angkatan Laut, Laksamana TNI Ade Supandi, S.E., M.A.P. pada hari ini di Jakarta.

    Menurut Deputi Gubernur BI, Sugeng, kerja sama antara Bank Indonesia dengan TNI Angkatan Laut telah dimulai sejak 2011. Hingga saat ini, telah dilakukan secara bersama-sama 23 kegiatan pendistribusian uang Rupiah ke daerah terluar dan terpencil di wilayah NKRI.

    Baca: Kementerian Kelautan Verifikasi 111 Pulau Terluar Indonesia

    “Beberapa pulau terluar di Indonesia telah dikunjungi dalam kegiatan pendistribusian uang tersebut seperti pulau Marore, pulau Miangas, pulau Kisar, pulau Bras,” tutur Sugeng dalam pesan tertulisnya, Kamis, 13 April 2017.

    Untuk meningkatkan kinerja pelaksanaan tugas dan amanat Undang-Undang, Bank Indonesia memandang baik pelaksanaan kerja sama yang saling menguntungkan antara Bank Indonesia dan TNI Angkatan Laut dalam rangka pemanfaatan sumber daya yang dimiliki, dengan tetap memperhatikan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

    Simak: Menteri Susi: Rp 30-150 Miliar Disiapkan untuk Pulau Terluar

    Dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia dan Undang-Undang No 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang telah memberikan mandat kepada Bank Indonesia sebagai satu-satunya lembaga yang berwenang melakukan Pengeluaran, Pengedaran, dan/atau Pencabutan dan Penarikan Uang Rupiah. Undang-Undang juga mengamanatkan Bank Indonesia untuk dapat memenuhi kebutuhan Uang Rupiah di masyarakat dalam jumlah nominal yang cukup, jenis pecahan yang sesuai, dan dalam kondisi yang layak edar.

    Tahun ini, Bank Indonesia dan TNI Angkatan Laut merencanakan untuk menyelenggarakan 10 kegiatan pendistribusian uang Rupiah. Menurut Sugeng, pendistribusian uang rupiah ke wilayah terluar dan terpencil pada 2017 ini menjadi sangat penting, karena pada akhir tahun 2016 yang lalu, Bank Indonesia telah mengeluarkan dan mengedarkan 11 pecahan uang Rupiah Tahun Emisi (TE) 2016, bertepatan dengan Hari Bela Negara.

    Simak: Kerja sama Pulau Terluar RI, Jepang Survei Lokasi

    “Melalui kerja sama dengan TNI Angkatan Laut ini, uang rupiah Tahun Emisi 2016 diharapkan dapat segera menjangkau seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata dia.

    Selain pelaksanaan pendistribusian uang rupiah sebagai aktivitas utama, di setiap pulau yang dikunjungi diselenggarakan pula berbagai kegiatan tambahan. Aktivitas lain tersebut meliputi edukasi mengenai peran dan tugas Bank Indonesia, sosialiasi ciri keaslian uang Rupiah dan sistem pembayaran non tunai, penelitian atau survey terkait tingkat kelusuhan uang Rupiah, program pemberdayaan ekonomi masyarakat, dan juga Program Sosial Bank Indonesia (PSBI).

    DESTRIANITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    New Normal, Cara Baru dalam Bekerja demi Menghindari Covid-19

    Pemerintah menerbitkan panduan menerapkan new normal dalam bekerja demi keberlangsungan dunia usaha. Perlu juga menerapkan sejumlah perlilaku sehat.