Jumlah Pengusaha di Indonesia Baru 2 Persen dari Total Penduduk

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja memasukkan kue keranjang ke dalam kardus di rumah industri kue keranjang, Tegal, Jawa Tengah, 30 Januari 2018. Menjelang Imlek, pesanan kue keranjang yang dijual Rp 18.000-22.000 per kilogram itu meningkat hingga 500 persen. ANTARA/Oky Lukmansyah

    Pekerja memasukkan kue keranjang ke dalam kardus di rumah industri kue keranjang, Tegal, Jawa Tengah, 30 Januari 2018. Menjelang Imlek, pesanan kue keranjang yang dijual Rp 18.000-22.000 per kilogram itu meningkat hingga 500 persen. ANTARA/Oky Lukmansyah

    TEMPO.COSURABAYA - Rasio jumlah wirausahawan atau pengusaha di Indonesia saat ini baru mencapai 2 persen dari total penduduk. Idealnya, kata Hal Udisubakti Ciptomulyono, Dekan Fakultas Bisnis dan Manajemen Teknologi ITS (Institut Teknologi Sepuluh November, rasio wirausahawan adalah 4 persen agar bisa mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. 

    "Saya harap juga mahasiswa ITS yang belajar teknologi ini ke depan punya success story di bidang yang sesuai passion dan ide yang berbasis teknologi," katanya dalam acara talk show Bisnis Indonesia Muda Initiatives 2019 Selasa 1 Oktober 2019.

    Talk show bertajuk Bisnis Indonesia Muda Initiatives 2019 itu digelar Harian Bisnis Indonesia bersama dengan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dan BeKraf.

    Pemimpin Redaksi Bisnis Indonesia Hery Trianto menilai anak muda di Jawa Timur bisa menjadi pengusaha. Menurut dia, selama ini lulusan ITS banyak yang menjadi pengusaha makanan. 

    Direktur Complience and Risk BTN, R. Mahelan Prabantarikso, mengingatkan lulusan perguruan tinggi ini bukan hanya menjadi job seeker tetapi menjadi job creation.

    "Kenapa menjadi job creation? Karena lulusan sekolah ini bisa bekerja untuk diri sendiri, dan mereka bisa cepat kaya, salah satunya menjadi entrepreneur muda bidang properti," katanya.

    BTN, kata dia, akan lebih banyak mendorong wirausaha muda baru di bidang properti karena BTN memiliki program School Mini Property yang akan mencetak pengembang-pengembang baru. Tujuannya untuk mendukung pembangunan rumah untuk mengurangi backlog perumahan yang mencapai 11,4 juta unit, dan pertumbuhan backlog per tahun mencapai 400.000 unit.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Erupsi Merapi Dibanding Letusan Raksasa Sejak 7200 Sebelum Masehi

    Merapi pernah meletus dengan kekuatan 4 Volcanic Explosivity Index, pada 26 Oktober 2010. Tapi ada sejumlah gunung lain yang memiliki VEI lebih kuat.