Telkomsel: Layanan Telepon dan SMS di Jayapura 90 Persen Normal

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, JAKARTA -  Operator komunikasi seluler Telkomsel mengungkapkan kondisi layanan telepon dan SMS  di kota Jayapura sudah hampir beroperasi normal.

    "Sehubungan dengan dampak layanan Telkomsel pasca aksi penyampaian pendapat di kota Jayapura 2019, dengan ini kami menyampaikan bahwa saat ini layanan telepon dan SMS Telkomsel di kota Jayapura sudah 90 persen beroperasi normal untuk layanan telpon dan SMS," ujar VP Corporate Communications Telkomsel Denny Abidin dalam keterangan resminya di Jakarta, Sabtu 31 Agustus 2019.

    Denny menuturkan pemulihan layanan telepon dan SMS terus berjalan. Terkait kantor layanan Telkomsel (GraPARI) di kota Jayapura, untuk saat ini belum dapat beroperasi hingga waktu yang belum dapat ditentukan.

    Telkomsel terus berkoordinasi dengan Pemda, POLRI, TNI, Kemenkominfo, serta aparat setempat untuk mengambil tindakan preventif melakukan pengamanan aset serta fasilitas pendukung alat produksi.

    Selain itu Telkomsel juga tetap menyiagakan tim/petugas serta berkoordinasi dengan Posko Krisis Telkom Group untuk memastikan layanan telekomunikasi bisa segera dinikmati secara keseluruhan.

    Sebelumnya Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) Rudiantara menyebut bahwa layanan seluler di Jayapura dan sekitarnya terganggu karena perbuatan orang tidak dikenal (OTK) yang sengaja memotong kabel utama jaringan optik telekomunikasi.

    Rudiantara menegaskan gangguan telekomunikasi yang terjadi di Jayapura dan sekitarnya, bukanlah karena kebijakan pemerintah. Sebab kebijakan pemerintah hanya melakukan pembatasan layanan data.

    Pihak pemerintah telah berkoordinasi dengan POLRI serta TNI untuk membantu pengamanan perbaikan terutama di ruang terbuka.                                                                            

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.