Harga Cabe di Aceh Tembus Rp 100 Ribu per Kilogram

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembeli memilih cabai merah di salah satu kios Pasar Pagi, Tegal, Jawa Tengah, 16 Desember 2015. Menjelang Natal dan Tahun Baru 2016 harga cabai mengalami lonjakan. Cabai rawit merah dari Rp12 ribu menjadi Rp32 ribu per kilogram, cabai merah keriting dari Rp18 ribu menjadi Rp30 ribu per kilogram, dan cabai rawit hijau dari Rp22ribu menjadi Rp24 ribu per kilogram. ANTARA/Oky Lukmansyah

    Pembeli memilih cabai merah di salah satu kios Pasar Pagi, Tegal, Jawa Tengah, 16 Desember 2015. Menjelang Natal dan Tahun Baru 2016 harga cabai mengalami lonjakan. Cabai rawit merah dari Rp12 ribu menjadi Rp32 ribu per kilogram, cabai merah keriting dari Rp18 ribu menjadi Rp30 ribu per kilogram, dan cabai rawit hijau dari Rp22ribu menjadi Rp24 ribu per kilogram. ANTARA/Oky Lukmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Harga cabai keriting merah di Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh, menembus Rp 110 ribu per kilogram karena pasokan terbatas akibat terjadi bencana alam di daerah produsen.

    "Selama saya berjualan, baru hari ini ada harga cabai merah sampai Rp 110 ribu. Kami dapat pasokan dari Pasar Bina Usaha. Kalau ambil borongan di sana bisa dapat Rp 100 ribu seperti harga kemarin," kata Hasrul, salah seorang pedagang di Desa Lapang, Jumat, 4 November 2016.

    Sejumlah pedagang yang diwawancarai di Pasar Desa Lapang, Kecamatan Johan Pahlawan, itu mengatakan kenaikan harga cabai merah tersebut terjadi sejak Rabu, 2 November 2016, dengan harga bertahan pada Rp 90-100 ribu per kilogram.

    Akibat kenaikan harga yang cukup drastis ini, para pedagang terpaksa mengecilkan volume pasokan barang. Biasanya mereka memiliki cabai di atas meja 20-30 kilogram.

    Hari ini hanya beberapa toko yang menjual cabai merah.

    "Kalau dua hari lalu Rp 80 ribu per kilogram, kemarin naik Rp 100 ribu dan hari ini Rp 110 ribu. Kami pedagang enceran juga terkaget-kaget saat membeli di Pasar Bina Usaha dari agen. Hari ini hanya dapat lima kilogram, enggak ada barang tapi cukup untuk pelengkap satu hari saja," kata Ainon, pedagang lain, menambahkan.

    SimakPendapatan Bersih United Tractors Turun 11 Persen

    Sejumlah masyarakat yang berbelanja di lokasi pasar setempat memilih mengurungkan niatnya membeli cabai merah. Apalagi harga eceran cabai Rp 15 ribu per ons.

    Pada Selasa, 1 November 2016, harga cabai merah sempat mengalami penurunan hingga Rp 60 ribu per kilogram, karena pasokan ke pasar mulai normal sementara para pedagang masih memiliki barang yang dipasok dua hari sebelumnya.

    "Memang seperti itu, apabila barang lama masih banyak kemudian masuk barang baru otomatis akan terjadi persaingan harga. Tapi turunnya tidak seberapa di saat memang pasokan tidak normal, kemudian bisa naik lebih tinggi," kata Kepala Bidang Perindustrian dan Perdagangan Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Aceh Barat Cut Teti Herawati Rahmah.

    BacaJokowi: Infrastruktur Kereta Bandara Selesai 2017

    Dia telah memprediksi gejolak kenaikan harga cabai merah akan terus terjadi, apalagi umat muslim di Aceh akan merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW yang menyebabkan kebutuhan cabai merah cukup tinggi.

    Pemerintah Kabupaten Aceh Barat, kata dia, tidak mungkin mengintervensi pedagang untuk menjual dengan harga murah, apalagi Pemda tidak tersedia dana untuk tahun ini mengadakan pasar murah untuk bahan penting seperti cabai merah ataupun bawang.

    ANTARA

    Catatan Koreksi: Judul berita ini diubah pada Jumat 4 November 2016 pukul 17.30 wib karena keliru mencantumkan angka. Redaksi mohon maaf.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.