Tak Ada Bukti, Malaysia Hentikan Penyelidikan Safeguard Produk Keramik RI

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja melakukan proses pembuatan keramik dinding di pabrik Roman Keramik, Balaraja, Tanggerang, Banten, 9 Maret 2017. Tingginya harga gas industri tersebut menyebabkan sejumlah pabrik keramik tidak beroperasi. Tempo/Tony Hartawan

    Pekerja melakukan proses pembuatan keramik dinding di pabrik Roman Keramik, Balaraja, Tanggerang, Banten, 9 Maret 2017. Tingginya harga gas industri tersebut menyebabkan sejumlah pabrik keramik tidak beroperasi. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menjelaskan perkembangan terbaru tentang penyelidikan tindakan pengamanan atau safeguard produk keramik buatan Indonesia yang dilakukan oleh otoritas Malaysia.

    Lutfi menyebutkan, Kementerian Perdagangan Internasional dan Industri Malaysia (MITI) secara resmi menghentikan penyelidikan tindakan pengamanan (safeguard) atas produk keramik (ceramic floor and wall tiles) pada 11 Januari 2021.

    “Penyelidikan safeguard ini dihentikan hanya empat bulan setelah dimulai pada 13 September 2020," kata Lutfi lewat keterangan resmi di Jakarta, Senin, 18 Januari 2021.

    Adapun keputusan otoritas Malaysia menghentikan penyelidikan ini didasarkan pada tiga pertimbangan. Pertama, tidak terjadi kenaikan volume impor secara absolut selama periode investigasi.

    Kedua, kenaikan volume impor secara relatif terhadap produksi keramik Malaysia tidak dapat dipastikan. Ketiga, otoritas tidak dapat memastikan adanya hubungan sebab akibat antara lonjakan impor dengan kerugian serius yang diderita industri keramik Malaysia.

    Tercatat ada 12 produk keramik yang terbebas dari pengenaan safeguard. Kedua belas produk itu berada ada dalam kelompok pos tarif/HS code 6907.21.21, 6907.21.23, 6907.21.91, 6907.21.93, 6907.22.11, 6907.22.13, 6907.22.91, 6907.22.93, 6907.23.11, 6907.23.13, 6907.23.91, dan 6907.23.93.

    Sebelumnya, industri keramik Malaysia mengklaim bahwa terjadi lonjakan keramik impor dari Indonesia yang menyebabkan kerugian atau ancaman kerugian bagi industri keramik dalam negeri.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.