Cerita Bisnis Keramik Rumahan di Yogya Dapat Pesanan 3.000 Tableware dari Qatar

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Francisca Puspitasari, pendiri dan pemilik brand tableware

    Francisca Puspitasari, pendiri dan pemilik brand tableware "Kaloka Pottery". (ANTARA/HO/instagram Kaloka Pottery)

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Pengusaha keramik tableware Francisca Puspitasari menyadari mengembangkan bisnis di era digital seperti sekarang ini sama sekali berbeda dengan zaman dahulu yang idealnya harus memiliki toko sendiri di lokasi strategis tepi jalan raya  untuk menjajakan produk.
    Salah satu produk brand tableware "Kaloka Pottery". (ANTARA/HO/instagram Kaloka Pottery)
    Jika harus mengikuti patokan tersebut, barangkali sulit bagi Francisca yang masuk kategori usaha mikro, kecil, dan menengah ini  untuk mewujudkan impian mengembangkan bisnis tableware atau perangkat makan keramik yang kini telah merambah pasar internasional dengan merek  "Kaloka Pottery"

    "Kaloka Pottery" bukanlah bisnis yang tiba-tiba besar. Sebab, sokongan modal finansial belum kuat. Bisnis produk rumahan itu, dirintis Kika sapaan akrab Francisca, pada 2016 tanpa modal memadai. Dia pun awalnya tak punya studio pembuatan keramik sendiri. Tanpa uang mencukupi, satu-satunya yang bisa dilakukan kala itu adalah membuat desain produk. 

    Berbekal ilmu yang diperoleh semasa kuliah di Fakultas Seni Rupa Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, desain yang sudah jadi kemudian disetor ke studio pembuatan keramik milik orang lain. 

    Hasilnya tidak langsung dijual lantaran hanya bisa memesan beberapa buah. Namun tableware yang didesain sendiri itu dimanfaatkan sebagai sampel. Model itulah yang kemudian fotonya diunggah di media sosial.

    Kika memilih instagram karena merupakan salah satu media sosial yang gratis dan bisa diakses siapa pun. Meski bukan millenial, dia merasa wajib mencoba memanfaatkan sarana digital itu. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketentuan THR Ramadan 2021: Tidak Boleh Dicicil

    Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah telah mengeluarkan edaran THR Ramadan 2021 yang mewajibkan perusahaan membayarnya sesuai dengan undang-undang.