Kenaikan Tarif Ojek Online Hanya Berlaku di Jabodetabek

Sejumlah pengemudi ojek online melakukan aksi di depan Kementerian Perhubungan, Jakarta, Rabu, 15 Januari 2020. TEMPO/Muhammad Hidayat

Tempo.Co, Jakarta – Kementerian Perhubungan memastikan penyesuaian tarif dasar angkutan roda dua berbasis aplikasi alias ojek online hanya untuk kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi. Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Budi Setiyadi, mengatakan zona itu menjadi wilayah operasi terpadat dengan jumlah permintaan terbesar.

“Lagipula permintaan untuk menaikkan tarif hanya datang dari pengemudi Jabodetabek . Ini dulu yang kami akomodir,” ujarnya, Minggu, 26 Januari 2020.

Sejak Agustus tahun lalu, pemerintah mengatur ketentuan keselamatan dan pedoman penghitungan harga dasar ojek online melalui Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 12 Tahun 2019. Beleid itu disusul penerbitan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 348 Tahun 2019 yang langsung merincikan dan membagi besaran tarif batas atas dan batas bawah di lebih dari 220 kota, meliputi tiga zona operasi, mulai dari Zona 1 di Sumatera, Jawa, dan Bali; Zona 2 di Jabodetabek; serta Zona 3 di Kalimantan dan Indonesia bagian Timur. Harga zona Jabodetabek dipatok antara Rp 2.000-2.500 per kilometer, belum termasuk harga perjalanan 4 kilometer pertama,diistilahkan sebagai flagfall, sebesar minimal Rp 7.000.

Evaluasi tarif memang diwajibkan setiap tiga bulan sesuai Permenhub 12 Tahun 2019. Namun, kata Budi, perkumpulan pengemudi menuntut kenaikan karena melonjaknya iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan hingga dua kali lipat pada tahun ini. Ada juga pertimbangan penyesuaian harga karena kenaikan upah minimum provinsi (UMP) di Indonesia.

“Perubahan biaya jasa pengemudi kami simulasikan dengan pertimbangan, tapi belum berarti tarif ojek langsung naik,” ujarnya. “Masih dihitung secara bertahap.”

Kepala Sub Direktorat Angkutan Perkotaan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Bambang Wahyu Hapsoro, mengatakan simulasi sempat dilakukan Jumat lalu. Kementerian melibatkan perwakilan asosiasi pengemudi, pakar transportasi, serta sejumlah operator ojek online seperti Gojek, Grab Indonesia, dan Maxim yang baru terlibat bisnis ini.  “Dari analisanya muncul beberapa alternatif, bisa naik, turun, atau harga tetap. Kami  akan bawa ke pimpinan untuk diputuskan (menteri perhubungan),” tuturnya.

Sekretaris Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia, Agus Suyatno, menilai rencana itu hanya mewakili keinginan pengemudi dan tak disertai perbaikan layanan untuk pengguna jasa. “Kami menolak wacana itu karena sangat tidak adil untuk konsumen,” ujarnya.

Agus menyebut belum ada peningkatan aspek keselamatan sejak aturan ojek online diterapkan. YLKI pun menyarankan evaluasi harga setiap tiga bulan yang diatur Permenhub 12 Tahun 2019 diperpanjang menjadi enam bulan. “Angkutan resmi saja tak mudah menaikkan tarif, kenapa ojol yang bukan angkutan resmi malah dievaluasi terus?”

Managing Director Grab Indonesia, Neneng Goenadi, memastikan entitasnya mematuhi segala ketentuan yang diterbitkan Kementerian Perhubungan, termasuk soal perubahan harga. Dia belum bisa memperkirakan dampaknya pada operasional yang sedang berlangsung. “Apapun regulasinya yang diberikan, kami manut (patuh),” katanya di Yogyakarta, akhir pekan lalu.

Senior Manager Corporate Affairs Gojek, Teuku Parvinanda juga belum ingin mengomentar pertanyaani terkait efek perubahan tarif lantaran belum menerima keputusan resmi dari regulator. “Kami pastikan adalah Gojek senantiasa mendukung dan taat,” ujarnya lewat keterangan tertulis.

EKO WAHYUDI | PRIBADI WICAKSONO | YOHANES PASKALIS PAE DALE






Keluarga Mahasiswa UI Akan Laporkan Pensiunan Polisi Penabrak, Gita: Ia Hanya Menonton

12 jam lalu

Keluarga Mahasiswa UI Akan Laporkan Pensiunan Polisi Penabrak, Gita: Ia Hanya Menonton

Pensiunan polisi Eko Setia Budi Wahono akan dilaporkan dengan tuduhan pembiaran setelah mengabaikan mahasiswa UI yang ia tabrak.


Awal Maret 2023, PT PGN Uji Coba Konversi Kendaraan dari Bensin ke Gas

4 hari lalu

Awal Maret 2023, PT PGN Uji Coba Konversi Kendaraan dari Bensin ke Gas

PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk merencanakan melakukan konversi terhadap kendaraan bermotor berbahan bakar bensin menjadi bahan bakar gas.


Ojol Tolak Sistem Jalan Berbayar, Regulasinya Sedang Direvisi

9 hari lalu

Ojol Tolak Sistem Jalan Berbayar, Regulasinya Sedang Direvisi

Pengemudi ojek online (ojol) ramai-ramai menolak penerapan sistem jalan berbayar atau electronic road pricing (ERP) di DKI Jakarta.


Ojol Kena Aturan ERP, Dishub DKI Tunggu Revisi UU Lalu Lintas di DPR

10 hari lalu

Ojol Kena Aturan ERP, Dishub DKI Tunggu Revisi UU Lalu Lintas di DPR

Dishub DKI menyatakan penerapan ERP terhadap ojek online mengacu pada UU Lalu Lintas. Ojol selama ini pakai pelat hitam bukan pelat kuning.


Top 3 Metro: Jokowi Puji Heru Budi Selesaikan Sodetan Ciliwung, Gojek Beri Santunan Mitra Ojek Online yang Tewas

10 hari lalu

Top 3 Metro: Jokowi Puji Heru Budi Selesaikan Sodetan Ciliwung, Gojek Beri Santunan Mitra Ojek Online yang Tewas

Politikus PSI menilai mangkraknya proyek sodetan Ciliwung di era Gubernur Anies Baswedan lantaran tidak serius menangani banjir Jakarta.


Gojek Beri Santunan Pengemudi Ojek Online yang Tewas di Bukit Cengkeh Depok

11 hari lalu

Gojek Beri Santunan Pengemudi Ojek Online yang Tewas di Bukit Cengkeh Depok

Gojek santuni driver online yang diduga dibunuh di Bukit Cengkeh 1, Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok, Senin 23 Januari 2023.


Pengeroyokan di Mangga Besar, Kapolsek Sesalkan Ojol Lapor ke Teman di Posko Bukan ke Polisi

12 hari lalu

Pengeroyokan di Mangga Besar, Kapolsek Sesalkan Ojol Lapor ke Teman di Posko Bukan ke Polisi

Para pelaku pengeroyokan di Mangga Besar adalah remaja yang suka nongkrong di gang. Ojol lapor ke teman-teman di posko, tidak ke polisi.


Polisi Tangkap Pelaku Pengeroyokan Driver Ojol di Mangga Besar yang Viral

12 hari lalu

Polisi Tangkap Pelaku Pengeroyokan Driver Ojol di Mangga Besar yang Viral

viral di media sosial rekaman pengeroyokan pengemudi ojek online di rumah makan Gold Chick Lokasari, Mangga Besar, Jakarta Barat


Jasad Pria yang Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Tangerang Seorang Pengemudi Ojol

12 hari lalu

Jasad Pria yang Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Tangerang Seorang Pengemudi Ojol

Pria yang ditemukan tewas bersimbah darah di Karang Tengah, Kabupaten Tangerang diketahui sebagai pengemudi ojol.


Sistem Jalan Berbayar di Jakarta Bakal Berlaku Juga Buat Motor dan Ojol

18 hari lalu

Sistem Jalan Berbayar di Jakarta Bakal Berlaku Juga Buat Motor dan Ojol

Kendaraan seperti sepeda listrik, ambulans, pemadam kebakaran, kendaraan bermotor berpelat kuning, hingga mobil jenazah dibebaskan dari jalan berbayar