LMAN Sumbang Rp 2,7 Triliun lewat PNBP ke Negara

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati bersama Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat meresmikan Lembaga Manajemen Aset Negara di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Jumat, 23 Desember 2016. Tempo/Angelina Anjar Sawitr

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati bersama Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat meresmikan Lembaga Manajemen Aset Negara di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Jumat, 23 Desember 2016. Tempo/Angelina Anjar Sawitr

    TEMPO.CO, Jakarta - Lembaga Manajemen Aset Negara atau LMAN mampu menyumbangkan pendapatan kepada negara lewat Penerimaan Negara Bukan Pajak atau PNBP hingga Rp 2,7 triliun. Angka itu merupakan total jumlah sumbangan yang berhasil diberikan sejak berdiri pada 2016 hingga 9 Agustus 2019.

    Direktur Utama LMAN Rahayu Puspasari mengatakan pendapatan kepada negara itu disumbangkan lewat pengelolaan aset lebih negara yang dikelola. "Jumlah ini dihitung dari manfaat aset yang dioptimalkan untuk kepentingan relevan seperti rumah sakit, sekolah dan kawasan ekonomi," kata Puspasari di Gedung Syafrudin Prawiranegara, Jakarta Pusat, Rabu 14 Agustus 2019.

    Selain itu, kata Puspasari, jumlah sumbangan PNBP ini diperoleh dari sejumlah aset negara yang dimonetisasi. Misalnya seperti dua lokasi kilang LNG yakni kilang Badak di Bontang dan kilang Arun, Lhoksumawe.

    Kemudian, LMAN juga saat ini tela monetisasi aset lebih negara seperti properti dan juga gedung dan ruko yang tak lagi digunakan untuk penyelenggaraan negara. Gedung dan ruko tersebut kemudian dimonetisasi oleh LMAN.

    Perempuan yang akrab disapa Puspa ini juga menjelaskan bahwa, aset-aset menganggur milik negara itu dimonetesasi lewat berbagai skema. Misalnya lewat kerja sama operasi maupun penyewaan oleh pihak ketiga dengan skema menyewa.

    "Misalnya, kami sekarang mengelola aset properti yakni sebanyak 106 unit apartemen yang ada di Puri Casablanca di Jakarta Selatan," kata Puspa.

    Sementara ini, sejak berdiri hingga saat ini, portofolio aset kelolaan LMAN telah mencapai angka Rp 29,18 triliun. Angka ini terbagi dalam dua sumber pengelolaan aset yakni dua aset aktiva LNG yakni Badak dan Arun senilai Rp 28,5 triliun. Sisanya sebanyak Rp 672 miliar berupa aset properti dan tanah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.