Perjalanan Bisnis Eka Tjipta Widjaja Sebelum Jadi Orang Terkaya

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Eka Tjipta Widjaja. dok.TEMPO

    Eka Tjipta Widjaja. dok.TEMPO

    TEMPO.CO, Jakarta - Pendiri Sinar Mas Group, Eka Tjipta Widjaja dimakamkan hari ini, Sabtu, 2 Februari 2019. Ia meninggal pada Sabtu pekan lalu, 26 Januari 2019. Ia dimakamkan di pemakaman keluarga Widjaja di Karawang, Jawa Barat dengan nuansa putih yang dominan.

    BACA: Ribuan Pelayat Hadiri Pemakaman Eka Tjipta Widjaja di Karawang

    Wafat di usia 97 tahun, Eka Tjipta Widjaja adalah orang terkaya RI kedua versi Globe Asia. Sebelum menjadi orang terkaya, Eka Tjipta merintis bisnis dari bawah.

    Eka Tjipta pertama kali menjejak Indonesia pada 1931 bersama sang ibu. Keluarganya bermigrasi dari China. Pertama-tama mereka tinggal di Makassar, Sulawesi Selatan.

    Sejak semula, Eka Tjipta mempunyai karakter pekerja keras, pantang menyerah. Hidupnya penuh perjuangan, dimulai dari usaha kecil-kecilan, berdagang keliling dengan mengayuh sepeda di Makassar. Barang dagangannya pun sederhana, sekadar biskuit dan permen.

    Lambat laun, dia berupaya mengubah nasib, melirik banyak celah bisnis yang terhampar dari melimpahnya komoditas alam di Indonesia. Pada 1961, keuletan Eka Tjipta mulai berbuah. Indonesia yang kaya dan subur, termasuk penghasil kopra, membuat dirinya melirik usaha di sektor tersebut.

    Kopra komoditas alam itu menjadi barang yang mempunyai nilai lebih di tangan Eka Tjipta. Untuk meneguhkan pondasi bisnis di sektor itu, terbentuklah CV Sinar Mas pada 1962 di Surabaya.

    Kemajuan pesat di bisnis kopra tak meredakan semangatnya. Setelah kopra, potensi alam lainnya, yaitu produksi minyak goreng, menjadi sasaran berikutnya.

    Melalui PT Kunci Mas pada 1968, Eka Tjipta memaksimalkan potensi alam tersebut. Memasuki dekade 1970-an, dia merambah ke lini bisnis lain. Masih segaris dengan memanfaatkan kekayaan dan kesuburan alam Indonesia, dia mendirikan pabrik kertas Tjiwi Kimia.

    Pada 1986, dibentuk Sinar Mas Forestry yang bertugas mengelola perusahaan-perusahaan hutan tanaman industri yang beroperasi di Sumatra dan Kalimantan. Melalui tangan dingin Eka Tjipta telah melahirkan raksasa bisnis yang memanufaktur hasil kebun dan hutan. Monumen hidup itu bernama Asia Pulp & Paper (APP) yang mempunyai jangkauan pemasaran hingga 120 negara di 6 benua.

    Kini bisnis Sinar Mas Group merambah ke berbagai sektor. Selain komoditas alam, perusahaan Eka Tjipta Widjaja ini juga mencakup sektor properti dan keuangan.

    Kerja kerasnya membuahkan hasil. Eka Tjipta tercatat dalam deretan orang terkaya di Indonesia. Majalah Forbes menempatkan Eka Tjipta Widjaja di urutan ketiga orang terkaya dengan harta US$ 8,6 miliar. Sedangkan berdasarkan survei Globe Asia 2018, nilai kekayaan Eka Tjipta Widjaja mencapai Rp198,8 triliun dan menempatkannya sebagai orang terkaya kedua di Indonesia.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lembaga Survei: 5 Hal Penting dalam Quick Count Pilpres 2019

    Perkumpulan Survei Opini Publik angkat bicara soal quick count di Pemilu dan Pilpres 2019 yang diragukan kubu Prabowo Subianto - Sandiaga Uno.