2019, KSEI Targetkan Jumlah Investor Pasar Modal Naik 40 Persen

Suasana pergerakan saham di layar Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 9 Maret 2018. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tergelincir ke zona merah pada akhir sesi pertama perdagangan Jumat ini. RTI mencatat, indeks acuan saham domestik turun 30,17 poin atau setara 0,47% ke level 6.412,86.TEMPO/Tony Hartawan

TEMPO.CO, Jakarta - Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menargetkan pertumbuhan jumlah investor di pasar modal pada tahun 2019 mencapai 40 persen. Target tersebut sejalan dengan pencapaian jumlah investor tahun ini yakni 43 persen.

Baca: Pasar Saham Gonjang Ganjing, OJK Kumpulkan Investor

Dari data yang dirilis KSEI, hingga 17 Desember 2018 lalu total jumlah investor di pasar modal mencapai 1,6 juta orang. Jumlah tersebut naik sebesar 43 persen dibandingkan pada akhir tahun lalu.

Direktur Utama KSEI Friderica Widyasari Dewi menyebutkan target standar ada di angka kenaikan 40 persen pada tahun depan. "Tapi potensi untuk mencapai lebih dari itu sangat terbuka lebar," katanya, akhir pekan lalu.

Potensi pertumbuhan jumlah investor pada tahun depan untuk lebih besar sangat terbuka. Pasalnya, pada 2019 dana Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) akan masuk ke pasar modal.

Dari program tersebut, potensi penambahan jumlah investor mencapai 4,5 juta single investor identification (SID). "Jadi peluang pertumbuhan pada tahun depan lebih terbuka dengan adanya Tapera tersebut," ujarnya.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan Hoesen sebelumnya menyebutkan bahwa semua indikator fiskal dan moneter saat ini dalam kondisi baik meskipun sempat ada gejolak. Karena itu, ia meminta para investor pasar modal untuk tak perlu khawatir menyikapi kondisi saat ini.

"Sebab, kami sampaikan karena ada data pembandingnya, jadi bukan karena keyakinan membabi buta saja," kata Hoesen awal September lalu.

Baca: Tahun Politik, Pemerintah Jamin Pasar Modal Aman bagi Investor

Hoesen menuturkan bahwa persoalan pasar modal saat ini memang mengenai kerentanan atau daya tahan pasar. Hal ini karena dominasi asing selama ini terhadap portofolio saham di bursa efek cukup besar. Namun, kondisi tersebut saat ini telah diimbangi lewat pertumbuhan investor domestik yang cukup banyak, sehingga bisa menopang volatilitas pasar saham.

BISNIS






Setelah Cabut Izin Usaha Wanaartha Life, OJK Lakukan Ini untuk Melindungi Pemegang Polis

4 jam lalu

Setelah Cabut Izin Usaha Wanaartha Life, OJK Lakukan Ini untuk Melindungi Pemegang Polis

OJK mencabut izin usaha Wanaartha Life alias WAL pada Senin, 5 Desember 2022.


OJK Sebut Ada 1.631 Pengaduan dan 76 Laporan Konsumen dari Kasus Wanaartha Life

13 jam lalu

OJK Sebut Ada 1.631 Pengaduan dan 76 Laporan Konsumen dari Kasus Wanaartha Life

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menanggapi 1.631 pengaduan dan 76 laporan konsumen ihwal perkara perusahaan asurani Wanaartha Life.


Kepulauan Widi Tidak Dijual, Sandiaga Uno: Yang Ditawarkan ke Investor Asing, Kerja Samanya

13 jam lalu

Kepulauan Widi Tidak Dijual, Sandiaga Uno: Yang Ditawarkan ke Investor Asing, Kerja Samanya

Sandiaga Uno menegaskan pulau-pulau yang ada di gugus Kepulauan Widi, Maluku Utara, adalah milik Indonesia.


Izin Usaha Asuransi Wanaartha Life Dicabut, Bagaimana dengan Bumiputera?

13 jam lalu

Izin Usaha Asuransi Wanaartha Life Dicabut, Bagaimana dengan Bumiputera?

OJK menyinggung perusahaan asuransi Bumiputera pasca mengumumkan pencabutan izin usaha perusahaan asuransi Wanaartha


Sederet Kewajiban Wanaartha Pasca Izin Dicabut OJK: Gelar RUPS hingga Bentuk Tim Likuidasi

16 jam lalu

Sederet Kewajiban Wanaartha Pasca Izin Dicabut OJK: Gelar RUPS hingga Bentuk Tim Likuidasi

Perusahaan jasa asuransi jiwa PT Adisarana Wanaartha atau Wanaartha Life dilarang melakukan kegiatan usaha di bidang asuransi jiwa lagi.


OJK Resmi Cabut Izin Perusahaan Asuransi Wanaartha Life

18 jam lalu

OJK Resmi Cabut Izin Perusahaan Asuransi Wanaartha Life

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencabut izin usaha perusahaan asuransi jiwa PT Adisarana Wanaartha atau Wanaartha Life, Senin, 5 Desember 2022.


Gaikindo Tanggapi Rencana Insentif Mobil Listrik dari OJK

22 jam lalu

Gaikindo Tanggapi Rencana Insentif Mobil Listrik dari OJK

Gaikindo menyatakan masyarakat Indonesia berminat pada mobil listrik dengan harga di bawah Rp 300 juta. Gaikindo mendukung insentif dari OJK.


Gaikindo Sebut Insentif OJK Bisa Percepat Penggunaan Kendaraan Listrik

1 hari lalu

Gaikindo Sebut Insentif OJK Bisa Percepat Penggunaan Kendaraan Listrik

Gaikindo Kukuh Kumara menuturkan bahwa guyuran insentif kendaraan listrik dari OJK dapat mendorong pertumbuhan industri.


Melawat ke Qatar, Sandiaga Cari Investor untuk Destinasi Super Prioritas

1 hari lalu

Melawat ke Qatar, Sandiaga Cari Investor untuk Destinasi Super Prioritas

Sandiaga Uno melawat ke Qatar mencari investor untuk berinvestasi di lima destinasi super prioritas (DSP) Indonesia.


KEK Nongsa Batam Resmi Beroperasi, Pengelola Bisa Undang Investor Masuk

2 hari lalu

KEK Nongsa Batam Resmi Beroperasi, Pengelola Bisa Undang Investor Masuk

Pengelola KEK Nongsa Batam sudah bisa mengundang investor untuk masuk dan mengembangkan kegiatan yang ada di dalamnya.