Rabu, 15 Agustus 2018

Tahun Politik, Pemerintah Jamin Pasar Modal Aman bagi Investor

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Indeks LQ 45 sebagai sarana bagi analisis keuangan, manajer investasi, investor, dan pemerhati pasar modal lainnya untuk memonitor pergerakan harga saham-saham.

    Indeks LQ 45 sebagai sarana bagi analisis keuangan, manajer investasi, investor, dan pemerhati pasar modal lainnya untuk memonitor pergerakan harga saham-saham.

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah mengimbau investor pasar modal agar tidak khawatir dengan momentum tahun politik. Pemerintah menjamin pasar modal akan kondusif kendati ada potensi kegaduhan karena pemilihan Presiden, yang prosesnya sudah dimulai tahun ini.

    Baca juga: Jokowi Minta Kepala Daerah Tidak Tanya Macam-macam ke Investor

    Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Hoesen mengatakan agenda politik memang berdampak ke ekonomi. Apalagi, di saat bersamaan tekanan eksternal sedang sangat kuat.

    "Namun, pemerintah masih optimistis dalam menghadapi tantangan pada tahun politik," ujar Hoesen di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu, 1 Agustus 2018.

    Sebagai salah satu langkah antisipasi, OJK akan terus mengeluarkan kebijakan, baik dalam bentuk regulasi maupun infrastruktur, guna menjaga stabilitas pasar modal.

    Baca juga: Investor Pertimbangkan Obligasi Daerah karena Semakin Likuid

    Dalam kesempatan yang sama, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto meyakini tahun politik sama sekali tidak akan berdampak negatif ke pasar modal. Hal ini telah dibuktikan pada gelaran Pilkada serentak pada Juni 2018 yang dinilai berjalan cukup aman.

    "Agenda politik setiap tahun ada, dan setiap lima tahun ada. Pilkada serentak kemarin berjalan aman, ini membuktikan investor tidak khawatir," tuturnya.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fatwa MUI dan Buah Pikir Ma'ruf Amin, Calon Wakil Jokowi

    Beberapa buah pikiran Ma'ruf Amin, Ketua Majelis Ulama Indonesia pilihan Jokowi untuk menjadi wakilnya, yang mengundang komentar publik.