Kurs Rupiah Menguat di Jisdor Jadi Rp 15.207 per Dolar AS

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas tengah memindahkan uang rupiah ke dalam Cash Center Bank Mandiri, 2 Maret 2018. Di pasar spot, pergerakan nilai tukar rupiah terpantau melemah 17 poin atau 0,12% ke level Rp13.765 per dolar AS pada pukul 10.20 WIb. TEMPO/Tony Hartawan

    Petugas tengah memindahkan uang rupiah ke dalam Cash Center Bank Mandiri, 2 Maret 2018. Di pasar spot, pergerakan nilai tukar rupiah terpantau melemah 17 poin atau 0,12% ke level Rp13.765 per dolar AS pada pukul 10.20 WIb. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat menguat hari ini. Dalam situs resmi Bank Indonesia, Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau JISDOR mencatat nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di angka Rp 15.207 pada 26 Oktober 2018.

    Baca: Tim Prabowo - Sandiaga: Kebijakan Jokowi Gagal Jaga Rupiah

    Angka tersebut menunjukkan penguatan 3 poin dari nilai sebelumnya, yaitu Rp 15.210 pada 25 Oktober 2018. Sedangkan pada 26 Oktober 2018, kurs jual US$ 1 terhadap rupiah, yaitu Rp 15.283 dan kurs beli Rp 15.131.

    Angka Rp 15 ribu per dolar AS pertama kali terjadi pada 3 Oktober 2018. Hingga saat ini kurs rupiah masih di kisaran Rp 15 ribu per dolar AS.

    Analis Panin Sekuritas William Hartanto memperkirakan rupiah bergerak menguat hari ini ke level Rp 15.070 - Rp 15.190 per dolar AS. "Sinyal menguat secara teknikal saja," kata William saat dihubungi, Jumat, 26 Oktober 2018. Ia menilai sentimen dari dalam negeri masih minim untuk mempengaruhi pergerakan rupiah.

    Sementara itu, analis pasar uang Bank Mandiri Reny Eka Putri memprediksi rupiah melemah hari ini. Reny memprediksi rupiah bergerak di kisaran Rp 15.175 - Rp 15.242 per dolar AS. Reny belum memberikan alasan mengenai faktor apa saja yang akan mempengaruhi pergerakan rupiah.

    Baca: 4 Tahun Jokowi, Rizal Ramli Kritik Pertumbuhan, Utang Hingga Kurs

    Berbeda dengan kondisi rupiah, pada hari Kamis kemarin mata uang lain di Asia mayoritas terpantau melemah, dipimpin won Korea Selatan dan dolar Taiwan masing-masing sebesar 0,53 persen dan 0,16 persen. 

    Won memimpin pelemahan dalam mata uang di kawasan Asia setelah aksi jual dalam bursa saham Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu lalu memperburuk sentimen risiko global sekaligus memperuncing kemerosotan dalam pasar ekuitas di Asia.

    HENDARTYO HANGGI | BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?