Rupiah Sempat ke Rp 15.200 per USD, Gubernur BI: Bergerak Stabil

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo ditemui usai mengikuti salat Jumat di Kompleks Bank Indonesia, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat, 19 Oktober 2018. TEMPO/Dias Prasongko

    Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo ditemui usai mengikuti salat Jumat di Kompleks Bank Indonesia, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat, 19 Oktober 2018. TEMPO/Dias Prasongko

    Jakarta - Gubernur Bank Indonesia atau BI Perry Warjiyo mengatakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat tetap bergerak stabil. Bahkan, kata Perry, pergerakan nilai tukar rupiah berjalan sesuai dengan mekanisme pasar yang ada.

    Baca juga: Kurs Rupiah Jisdor Melemah Jadi Rp 15.221 per Dolar AS

    "Rupiah tetap bergerak stabil, supply dan demand di pasar berjalan baik serta mekanisme pasar bergerak cukup baik," kata Perry ditemui usai melakukan salat Jumat di Kompleks Bank Indonesia, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat, 19 Oktober 2018.

    Merujuk data RTI, hingga pukul 16.00 WIB, nilai tukar rupiah telah bertengger ke level Rp 15.180 per dollar AS. Sebelumnya, sekitar pukul 13.00 WIB, rupiah sempat melemah ke level Rp 15.213 per dolar AS.

    Adapun, merujuk Kurs Referensi Jakarta Interbank Dollar Spot (JISDOR) nilai tukar rupiah tercatat ke level Rp 15.221 per dolar AS. Nilai tersebut melemah dibandingkan pada Kamis, 18 Oktober 2018 yang mencapai Rp 15.187 per dollar AS.

    Perry melanjutkan, kondisi tersebut menunjukkan bahwa kepercayaan pasar atau terhadap kondisi Indonesia berjalan cukup baik. Meski demikian, Perry mengatakan bahwa dari hari ke hari kondisi perkembangan pasar global tetap dinamis (ada berita baru) sehingga wajar kalau nilai tukar merespons.

    "Perkembangan pasar global, dari hari ke hari ada berita baru sehingga wajar kalau pergerakan nilai tukar secara global maupun rupiah itu merespons," kata Perry.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.