The Fed Naikkan Suku Bunga, Pelaku Pasar Tunggu Respons BI

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana pergerakan saham di layar Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 9 Maret 2018. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tergelincir ke zona merah pada akhir sesi pertama perdagangan Jumat ini. RTI mencatat, indeks acuan saham domestik turun 30,17 poin atau setara 0,47% ke level 6.412,86.TEMPO/Tony Hartawan

    Suasana pergerakan saham di layar Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 9 Maret 2018. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tergelincir ke zona merah pada akhir sesi pertama perdagangan Jumat ini. RTI mencatat, indeks acuan saham domestik turun 30,17 poin atau setara 0,47% ke level 6.412,86.TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Para pelaku pasar hari ini masih menunggu respons Bank Indonesia atau BI mengenai kenaikan kebijakan bank sentral Amerika Serikat atau The Fed, yang telah menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 2-2,25 persen. Kenaikan ini sejalan dengan prediksi para pelaku pasar sebelumnya termasuk Bank Indonesia.

    Baca: Suku Bunga The Fed Naik, Bagaimana Dampaknya ke Kurs Rupiah?

    "Pelaku pasar sebenarnya sudah price in efek dari kenaikan The Fed rate 25 basis poin. BI juga diprediksi merespons dengan menaikkan bunga 25 bps pada pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur bulan ini, jadi pelaku pasar menunggu keputusan BI," kata Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira, Kamis, 27 September 2018.

    Sebelumnya The Fed telah mengumumkan kenaikan suku bunga acuannya menjadi 2-2,25 persen pada Kamis dini hari, 27 September 2018 waktu Indonesia. Sejalan dengan pengumuman itu, anggota komite penentu kebijakan The Fed, Federal Open Market Committee (FOMC), juga memberikan pandangan optimistis terkait pertumbuhan ekonomi AS.

    Dalam proyeksi kuartal terbarunya, FOMC memperkirakan pertumbuhan produk domestik bruto AS akan mencapai 3,1 persen di tahun ini. Angka ini, naik dari perkiraan yang diumumkan sebelum pada Juni 2018 sebesar 2,8 persen. Selain itu, proyeksi pertumbuhan ekonomi AS pada 2019 juga naik menjadi 2,5 persen dari sebelumnya 2,4 persen.

    Bhima berpendapat, kenaikan suku bunga The Fed kali ini tak akan membuat Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG mengalami koreksi yang dalam. Apalagi, dalam seminggu terakhir investor asing mencatat pembelian bersih saham atau nett buy Rp 2,1 triliun. Ia memperkirakan dalam seminggu ini, IHSG akan bergerak moderat di level 5.820-5.950.

    Analis Binaartha Sekuritas, Nafan Aji Gusta juga mengatakan bahwa para pelaku pasar lebih menyoroti kebijakan BI yang akan menaikkan suku bunga lagi sebesar 25 basis poin dibanding kebijakan kenaikan suku bunga The Fed. Sebab, kata Nafan, kenaikan suku bunga The Fed telah masuk dalam perhitungan pelaku pasar sebelumnya.

    Baca: The Fed Naikkan Suku Bunga, Begini Reaksi Analis Pasar

    "Kebijakan BI tersebut diyakini akan mengurangi dampak dari capital outflow," tuturnya menanggapi keputusan The Fed menaikkan suku bunga tersebut. Nafan juga memperkirakan suku bunga BI akan naik menjadi 5,75 persen dari sebelumnya 5,5 persen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.