Senin, 17 Desember 2018

Trump Kembali Keluhkan Keputusan The Fed Kerek Suku Bunga

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, di kantornya. Reuters

    Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, di kantornya. Reuters

    TEMPO.CO, Jakarta - Hanya selang beberapa jam setelah Bank Sentral Amerika Serikat atau The Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunga acuannya, Presiden Donald Trump kembali berkeluh kesah. Ia mengaku tak senang dengan keputusan bank sentral AS tersebut menaikkan suku bunga untuk ketiga kalinya sepanjang tahun ini.

    Baca: Perang Dagang dengan AS, China Siap Balas Tarif Impor Trump

    “Sayangnya, mereka baru saja menaikkan suku bunga,” kata Trump dalam suatu konferensi pers di New York, di mana dia menghadiri Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). “Saya tidak senang tentang hal itu.”

    Trump juga mengaku khawatir bahwa The Fed akan kembali menaikkan suku bunganya pada tahun ini. “Saya mengkhawatirkan fakta bahwa mereka sepertinya suka menaikkan suku bunga,” katanya, seperti dilansir dari Bloomberg, Kamis, 27 September 2018.

    Dalam pertemuan kebijakan yang berakhir Rabu lalu waktu setempat, para pembuat kebijakan The Fed mengerek suku bunga acuannya (Fed Funds Rate/FFR) sebesar 25 basis poin (bps) ke kisaran 2-2,25 persen. Otoritas moneter AS tersebut juga memperkirakan kenaikan suku bunga lebih lanjut pada bulan Desember, tiga kali kenaikan pada tahun depan, dan satu kali pada 2020.

    Ini bukan pertama kalinya bagi Trump mengeluhkan langkah penaikan suku bunga The Fed. Awal tahun ini, Trump terang-terangan mengritik kenaikan suku bunga oleh The Fed.

    Sikapnya melanggar tradisi Gedung Putih selama lebih dari dua dekade untuk tidak mengomentari langkah kebijakan moneter demi menghormati independensi bank sentral AS tersebut. Pada Agustus lalu, Trump mengatakan “tidak senang” soal The Fed menaikkan biaya pinjaman.

    Menurut Trump, The Fed semestinya lebih mengakomodir kebijakan pemerintah yang sedang berupaya mengerek pertumbuhan ekonomi. "Saya tidak begitu senang dengan kenaikan suku bunga. Saya tidak senang," ujar Trump dalam sebuah wawancara dengan Reuters, Senin 20 Agustus 2018. Saat itu, The Fed telah menaikkan Fed Rate sebanyak dua kali.

    Baca: AS Ancam Impor Produk Indonesia, Ini Ide Indef untuk Tekan Trump

    Di Amerika Serikat, kritik terhadap The Fed oleh Presiden AS sangat jarang terjadi demi menjaga stabilitas ekonomi. Namun, Trump pernah mengritik bank sentral AS dalam kampanyenya pada Pilpres 2016.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Serunya Adu Cuit Pendukung Jokowi Versus Prabowo di Jagat Twitter

    Di Twitter, perang cuit antara pendukung Jokowi - Ma'ruf Amin dengan Prabowo - Sandiaga tak kalah seru dengan "perat darat".