Tensi Perang Dagang Naik, Rupiah Diprediksi Melemah Hari Ini

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kurs rupiah dan mata uang Indonesia. Getty Images

    Ilustrasi kurs rupiah dan mata uang Indonesia. Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Analis Panin Sekuritas William Hartanto memperkirakan rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat hari ini, Selasa, 25 September 2018. William memprediksi rupiah bergerak di kisaran Rp 14.800 - Rp 14.950 per dolar AS.

    BACA:Isu Perang Dagang AS -Cina Kembali Tekan IHSG dan Rupiah

    William menilai pelemahan rupiah hari ini disebabkan oleh tensi perang dagang antara AS dengan cina yang kembali memanas.

    "Faktornya karena Cina menolak negosiasi dengan AS, maka tensi perang dagang naik lagi, jadi IDR diprediksi melemah," kata William saat dihubungi, Selasa, 25 September 2018.

    BACA:Kurs Rupiah Melemah Terimbas Sentimen The Fed

    Analis Pasar Uang Bank Mandiri Reny Eka Putri memperkirakan rupiah juga akan melemah terhadap dolar AS hari ini. Reny menyatakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp 14.822 - Rp 14.894 per dolar AS.

    "Faktor yang mempengaruhi masih seputar hasil rapat FOMC dua hari ini. Karena fokus pasar beralih dari tensi perang dagang ke The Fed," kata Reny.

    Dalam situs resmi Bank Indonesia, Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau JISDOR mencatat nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di angka Rp 14.865 pada Senin, 24 September 2018. Angka tersebut menunjukkan pelemahan 41 poin dari nilai sebelumnya, yaitu Rp 14.824 pada penutupan Kamis, 20 September 2018.

    Sedangkan pada 24 September 2018, kurs jual US$ 1 terhadap rupiah, yaitu Rp 14.939 dan kurs beli Rp 14.791.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.