Dolar dan Sejumlah Mata Uang Asia Melemah, Rupiah Terdepresiasi

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi mata uang Rupiah. TEMPO/Imam Sukamto

    Ilustrasi mata uang Rupiah. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Nilai tukar rupiah ditutup terdepresiasi pada akhir perdagangan hari ini, Selasa, 12 Desember 2017. Rupiah ditutup melemah 0,16 persen atau 22 poin di Rp 13.574 per dolar Amerika Serikat.

    Adapun indeks dolar Amerika, yang mengukur kekuatan kurs dolar Amerika terhadap sejumlah mata uang utama, terpantau bergerak di zona merah dengan pelemahan 0,09 persen atau 0,081 poin ke 93,785 pada pukul 16.44.

    Pergerakan dolar cenderung datar menjelang dimulainya pertemuan Federal Reserve (The Fed) selama dua hari. The Fed diperkirakan akan menaikkan suku bunga untuk kelima kalinya sejak akhir 2015.

    Seperti dilansir Reuters, investor akan mengawasi penilaian The Fed terhadap kondisi ekonomi karena hal itu dapat mengubah pandangan pasar mengenai jalur suku bunga masa depan.

    Baca: Volatilitas Meningkat, Rupiah Terdepresiasi 0,01 Persen

    "Meskipun kami tidak mengharapkan Janet Yellen untuk terlalu memodifikasi pilihannya dalam bahasa yang bijaksana, rencana pemangkasan pajak dapat memungkinkan keyakinan yang jauh lebih besar terhadap kecepatan normalisasi kebijakan," kata Neil Mellor, analis mata uang senior di BNY Mellon.

    “Karena penaikan suku bunga pekan ini telah diperkirakan pasar, dolar bisa turun setelah pengumuman kebijakan The Fed,” kata Steven Dooley, pakar strategi mata uang untuk Western Union Business Solutions di Melbourne.

    Sejalan dengan rupiah, mayoritas mata uang Asia lain juga melemah dengan peso Filipina memimpin depresiasi 0,22 persen. Pelemahan peso diikuti rupee India yang melemah 0,14 persen.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.