Nyonya Meneer Bangkrut, Begini Dampaknya terhadap Industri Jamu  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pabrik jamu PT Nyonya Meneer di Jalan Kaligawe Semarang, yang juga menjadi museum ini mulai tak ada aktivitas sekitar 1 tahun lalu sebelum dinyatakan pailit. Foto diambil Senin, 7 Agustus 2017. (Tempo/Edi Faisol)

    Pabrik jamu PT Nyonya Meneer di Jalan Kaligawe Semarang, yang juga menjadi museum ini mulai tak ada aktivitas sekitar 1 tahun lalu sebelum dinyatakan pailit. Foto diambil Senin, 7 Agustus 2017. (Tempo/Edi Faisol)

    TEMPO.COJakarta - Kepailitan perusahaan jamu Nyonya Meneer diyakini tak akan mempengaruhi eksistensi dan kinerja industri jamu di Indonesia. "Kondisi yang dialami Nyonya Meneer adalah sebagian kecil dari eksistensi jamu Indonesia saat ini. Dampaknya tidak akan mempengaruhi semangat dan kinerja perusahaan-perusahaan jamu," kata Ketua Gabungan Pengusaha Jamu Dwi Ranny Pertiwi Zarman melalui pesan pendek di Jakarta, Senin, 7 Agustus 2017.

    Dwi menambahkan, kondisi saat ini sangat positif untuk dijadikan pijakan pengembangan jamu di seluruh Indonesia. Menurut dia, anggota Gabungan Pengusaha Jamu yang tersebar dari Sabang sampai Merauke diimbau semakin merapatkan barisan membangun industri jamu nasional. 

    Baca: Nyonya Meneer Dipailitkan, Menteri Bambang: Itu Hal Wajar

    Terkait dengan pailitnya Nyonya Meneer, Gabungan Pengusaha Jamu menyampaikan keprihatinan. Dwi memandang peristiwa tersebut merupakan pukulan besar bagi pengembangan jamu Indonesia yang saat ini sedang bersama-sama digalakkan secara sinergi, baik oleh pemerintah, pengusaha, asosiasi, maupun akademikus.

    "GP Jamu memandang perlunya peran pemerintah dan segenap elemen masyarakat jamu Indonesia dalam upaya menyelamatkan salah satu ikon jamu di Indonesia. Entah bagaimana caranya. Berbagai kalangan perlu duduk bersama," ujarnya.

    Pabrik jamu Nyonya Meneer bangkrut setelah gagal membayar utang Rp 7,04 miliar kepada kreditornya. Pailit diputuskan oleh Pengadilan Negeri Semarang, Kamis pekan lalu.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.