Rupiah Ditutup Turun Tipis 3 Poin ke Rp 13.323

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang karyawan money changer menghitung uang kertas Rupiah, di Jakarta, 15 Desember 2014. Adek Berry/AFP/Getty Images

    Seorang karyawan money changer menghitung uang kertas Rupiah, di Jakarta, 15 Desember 2014. Adek Berry/AFP/Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Nilai tukar rupiah ditutup melemah tipis pada perdagangan hari ini, Selasa, 30 Mei 2017. Nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup melemah 3 poin atau 0,02 persen kelevel Rp 13.323 per dolar AS setelah diperdagangkan pada kisaran Rp 13.309 - Rp 13.342 per dolar AS. Adapun pada perdagangan Senin, 29 Mei 2017, rupiah ditutup melemah 0,26 persen atau 20 poin di level Rp 13.320 per dolar AS.

    Analis Samuel Sekuritas Indonesia, Rangga Cipta mengatakan rupiah tertekan terhadap dolar bersama mayoritas kurs di Asia pada perdagangan sejak Senin kemarin. “Selain itu, tekanan jual yang konsisten di pasar saham serta permintaan dolar tinggi jelang Ramadan juga membantu depresiasi rupiah,” ungkap Rangga dalam risetnya yang diterima Bisnis.com, Selasa, 30 Mei 2017.

    Sementara itu, indeks dolar AS yang mengukur kekuatan kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama sore ini terpantau menguat 0,05 persen atau 0,051 poin ke level 97.493 pada pukul 16.25 WIB.

    Indeks dolar menguat seiring pelemahan euro dan poundsterling yang tertekan oleh ketidakpastian politik di Inggris dan zona Eropa. Pergerakan euro cenderung defensif setelah mantan Perdana Menteri Italia Matteo Renzi mengatakan pada hari Minggu bahwa dari perspektif Eropa akan masuk akal bagi Italia untuk menggelar pemilu bersamaan dengan jadwal Jerman pada bulan September.

    Komentar Renzi tersebut meningkatkan prospek pemilu dini sekaligus menyebabkan aksi jual dalam utang pemerintah Italia pada hari Senin. “Euro mengalami tekanan akibat komentar Renzi yang mengesankan kecenderungannya untuk pemilu dini,” kata Masafumi Yamamoto, kepala strategi valas di Mizuho Securities, dikutip Reuters, Selasa, 30 Mei 2017.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.