Rebound, Dolar AS Menguat Dibanding Mata Uang Lain  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Dolar. ANTARA/Yudhi Mahatma

    Ilustrasi Dolar. ANTARA/Yudhi Mahatma

    TEMPO.CO, Jakarta - Kurs dolar Amerika Serikat berbalik naik atau rebound terhadap sebagian besar mata uang utama lain pada Selasa atau Rabu pagi WIB, 24 Mei 2017. Menguatnya kurs dolar Amerika disebabkan para investor mencerna sejumlah laporan ekonomi bervariasi.

    Indeks output PMI gabungan pendahuluan Amerika dari IHS Markit, yang disesuaikan secara musiman, mencapai 53,9 pada Mei, mengalahkan konsensus pasar dan menunjukkan kenaikan terkuat dalam output sektor swasta Amerika sejak Februari.

    Baca: Data Ekonomi Lemah Picu Kurs Dolar AS Menurun

    Menurut Departemen Perdagangan Amerika, Selasa, 23 Mei 2017, penjualan rumah baru keluarga tunggal Amerika pada April 2017 berada di tingkat tahunan, yang disesuaikan dengan musiman, sebesar 569 ribu, gagal memenuhi ekspektasi pasar

    Baca: Data Ketenagakerjaan Positif, Kurs Dolar AS Menguat

    Angka tersebut berada 11,4 persen di bawah tingkat direvisi Maret 642.000, namun 0,5 persen di atas perkiraan April 2016 sebesar 566 ribu. Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, meningkat 0,35 persen menjadi 97,326 pada akhir perdagangan.

    Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi US$ 1,1179 dari US$ 1,1236 pada sesi sebelumnya dan pound sterling turun menjadi US$ 1,2965 dari US$ 1,2997 pada sesi sebelumnya. Dolar Australia menguat menjadi US$ 0,7483 dari US$ 0,7475.

    Dolar Amerika dibeli 111,73 yen Jepang, lebih tinggi dari 111,20 yen pada sesi sebelumnya. Dolar Amerika naik menjadi 0,9759 franc Swiss dari 0,9733 franc Swiss, serta bergerak naik menjadi 1,3518 dolar Kanada dari 1,3510 dolar Kanada.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Forbes: Ada Perempuan Indonesia yang Lebih Berpengaruh Daripada Sri Mulyani

    Berikut sosok sejumlah wanita Indonesia dalam daftar "The World's 100 Most Powerful Women 2020" versi Forbes. Salah satu perempuan itu Sri Mulyani.