Peringatan May Day, Buruh Indonesia Usung Tema HOSJATUM

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ribuan buruh mengepung Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat, saat unjuk rasa mengawal penentuan besaran upah oleh pemerintah provinsi, 21 November 2016. Buruh se-Jawa Barat tersebut meminta Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan untuk mengabaikan PP No 78 tentang pengupahan yang dianggap tidak pro pada buruh. TEMPO/Prima Mulia

    Ribuan buruh mengepung Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat, saat unjuk rasa mengawal penentuan besaran upah oleh pemerintah provinsi, 21 November 2016. Buruh se-Jawa Barat tersebut meminta Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan untuk mengabaikan PP No 78 tentang pengupahan yang dianggap tidak pro pada buruh. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia, Said Iqbal, mengatakan tema besar yang akan diangkat buruh Indonesia dalam aksi peringatan Hari Buruh atau May Day tahun ini adalah HOSJATUM. Sekitar 500 ribu buruh akan berunjuk rasa besok, 1 Mei 2017.

    Said menjelaskan HOS merupakan singkatan dari Hapuskan Outsourcing dan pemagangan. Dia mengatakan sistem kerja outsoursing dan pemagangan sebenarnya adalah praktek perbudakan modern yang tidak memberikan kepastian kerja dan masa depan bagi kaum buruh. “Sehingga sistem kerja eksploitatif seperti ini harus dihapuskan,” ujarnya, dalam keterangan tertulis, Minggu, 30 April 2017.

    Baca: Komite Aksi Perempuan Tuntut Upah Layak Bagi Buruh

    Selanjutnya, JA adalah singkatan dari Jaminan Sosial. KSPI dan buruh Indonesia kata Said menuntut jaminan kesehatan gratis untuk seluruh rakyat, atau dibiayai oleh negara melalui Angaran Pendapatan dan Belanja Negara. “Perjuangan jaminan sosial ini merupakan dedikasi buruh untuk rakyat,” katanya.

    Selain itu, buruh juga menuntut jaminan pensiun buruh dan pegawai negeri sipil disamakan. Maka, menurut Said manfaat pensiun yang diperoleh buruh sekurang-kurangnya adalah 60 persen dari upah terakhir. “Jangan diskriminatif terhadap buruh, sama-sama jaminan pensiun tapi mengapa buruh dan PNS dibedakan, toh, keduanya sama-sama warga negara Indonesia.”

    Baca: Sambut Mayday, Pemkot Tangerang dan SPSI Siapkan Pentas Seni


    Sedangkan TUM adalah singkatan dari Tolak Upah Murah, yaitu menuntut pencabutan Peraturan Pemerintah Nomor 78 tahun 2015 dan diberikan upah yang layak. Said berujar di Jakarta, selain aksi dan orasi, juga akan diadakan pagelaran rakyat dan buruh seperti marching band, pembacaan puisi, tearikal buruh, lagu perjuangan, dan sebagainya yang dilakukan gabungan antara KSPI dan Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia.

    Aksi buruh ini secara serentak juga akan digelar di berbagai provinsi seperti Aceh, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Gorontalo, Kalimantan Selatan, dan sebagainya.

    GHOIDA RAHMAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.