Trump Terpilih, Bank Sentral Amerika Tak Ubah Kebijakan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • REUTERS/Lucas Jackson

    REUTERS/Lucas Jackson

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Federal Reserve Janet Yellen mengisyaratkan bahwa bank sentral Amerika Serikat tidak akan mengubah kebijakan, menyusul kemenangan mengejutkan Donald Trump dalam pemilihan presiden AS pekan lalu.

    Dia mengatakan kepada anggota parlemen pada Kamis bahwa dia akan tetap menjabat sebagai Gubernur The Fed sampai masa jabatannya berakhir pada Januari 2018, sementara itu memuji kebaikan Fed yang bebas dari campur tangan politik.

    "Saya telah dikonfirmasi oleh Senat untuk masa jabatan empat tahun, yang berakhir pada akhir Januari 2018, dan ini sepenuhnya merupakan niat saya untuk tetap menjabat hingga akhir," kata Yellen di depan Komite Ekonomi Gabungan Kongres, seperti dikutip Bloomberg.

    Serangan Trump pada Yellen dan The Fed selama kampanye, di mana pada satu titik Trump menuduhnya menjadi lebih politis dari Hillary Clinton, telah menimbulkan spekulasi bahwa Trump akan mencoba untuk menekan Yellen untuk mundur dari jabatannya.

    Walaupun penasihat Trump mengatakan itu bukan niatnya, mereka juga mengisyaratkan bahwa partai Republik mungkin tidak akan mengangkat kembali Yellen setelah masa jabatannya habis.

    Yellen, wanita pertama yang memimpin The Fed dalam lebih dari 100 tahun terakhir, ditunjuk oleh Presiden Barack Obama.

    Dia menyatakan Komite Pasar Terbuka Federal (Federal Open Market Committee/FOMC) tidak akan mengubah rencana kenaikan suku bunga acuan bulan depan setelah Trump meraih kemenangan pekan lalu dengan kampanye bahwa ekonomi AS sedang dalam keadaan yang buruk.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.