3 Resep Industrialisasi dari Mantan Wapres Boediono

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Boediono saat rapat di Istana Negara, Jakarta, 4 Agustus 2014. TEMPO/Subekti

    Wakil Presiden Boediono saat rapat di Istana Negara, Jakarta, 4 Agustus 2014. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Wakil Presiden Boediono mengatakan ada tiga hal yang membuat industri harus penyokong pembangunan ekonomi, bukan semata pertumbuhan. Pernyataan ini merespon ajakan Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro agar ekonom tanah air merumuskan rencana pengembangan ekonomi nasional.

    Langkah pertama adalah industri yang berfokus pada sektor pengolahan di dalam negeri. Selama ini, utamanya pada era boom komoditas 2010-2012, pemerintah lengah tidak mengembangkan industri hilir karena harganya yang tinggi di pasaran.

    Industri ini bakal berperan meningkatkan nilai tambah di dalam negeri. Apalagi, sektor hilir mempunyai nilai jual yang tinggi ke pasar ekspor dunia.

    Langkah kedua, kebijakan industrialisasi yang dikembangkan haruslah yang menyerap banyak tenaga kerja. Sebab, industri harus menyokong daya beli masyarakat dan menciptakan alih teknologi sehingga bermanfaat bagi tanah air.

    "Tujuannya agar angkatan kerja tidak ketinggalan," kata dia dalam Seminar Nasional bertajuk Perekonomian Indonesia dari Masa ke Masa: Tantangan, Strategi, dan Pembelajaran Bangsa di kantor Kementerian Keuangan, Senin, 31 Agustus 2015.

    Langkah ketiga adalah hendaknya pemerintah tidak terlalu pilah-pilih dalam mengembangkan industri. Sebab, sekecil apapun peran suatu sektor industri dalam rantai perdagangan global tetap berpengaruh bagi pemasukkan dalam negeri "Yang penting omzetnya skala global," Boediono berujar.

    Pernyataan Boediono diamini Mantan Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu. Kata dia, negara kadang kebijakan obral insentif bagi suatu sektor industri yang pada penerapannya justru tidak efektif.

    Yang penting, menurut Mari, adalah peningkatan nilai tambah industri dalam negeri, tanpa melihat sektor prioritas. Tujuannya agar persaingan di tingkat global menjadi merata, dan mengurangi kelengahan pemerintah.

    Mari juga melihat industri Tanah Air tidak perlu mengikuti tren mekanisasi di kancah global. Sebab, tenaga kerja dalam negeri masih perlu diserap, dan proses alih teknologi masih harus berlangsung.

    Selain itu, Boediono menggarisbawahi pentingnya pembangunan manusia pada pembangunan ekonomi. Negara dianggap dia perlu hadir untuk mengembangkan fisik dan mental suatu generasi melalui pendidikan dan kesehatan. Tiga wadah yang bisa memompa kualitas sumber daya manusia menurut Boediono adalah institusi politik, birokrasi, dan hukum.

    ROBBY IRFANY

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.