Saham dan Rupiah Merosot, OJK: Waspada tapi Tetap Tenang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Muliaman D. Hadad. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Muliaman D. Hadad. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Muliaman Hadad menyatakan terus memantau situasi pasar keuangan. Pergerakan pasar modal di Bursa Efek Indonesia, kata dia, cenderung mendekati titik terendahnya.

    Ia meminta pelaku pasar untuk bersikap waspada tetapi tenang menghadapi kondisi pasar yang bergerak fluktuatif. "Kami sudah memantau sejak lama dan sudah ada (menyiapkan) opsi," kata Muliaman di gedung DPR RI, Jakarta, Senin, 24 Agustus 2015. Menurut dia, kondisi pasar cukup kuat menghadapi situasi ini.

    Kebijakan yang sudah dikeluarkan oleh otoritas ialah pembelian kembali saham-saham (buy back). Muliaman menyebut Kementerian Badan Usaha Milik Negara menjanjikan bakal buy back. "Hari ini rencananya ada beberapa perusahaan yang mau buy back," ucapnya.

    Namun ia mengaku tidak tahu emiten apa saja yang ingin buy back. Muliaman optimistis langkah ini akan mendapat respon yang positif. Belajar dari 2013, ia berharap buy back kali ini akan ada dampaknya. "Kami membuka aturan itu agar dimanfaatkan," kata dia.

    Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo menilai kondisi ekonomi saat ini sedang tidak pasti. Hari ini hampir semua pasar modal mengambil posisi sell out atau melepas sahamnya. Situasi di Indonesia tidak bisa dilepaskan dari perkembangan global.

    Sebagai lembaga moneter, lanjut Agus, Bank Sentral akan terus berada di pasar. Menurut dia, kondisi nilai tukar rupiah yang sempat menyentuh 14.000 per dolar Amerika Serikat sudah over shoot.

    "Kalau sudah begini harus ada kerja sama semua pihak," ucap Agus. Ia meminta eksportir untuk melepas valuta asing agar permintaan dan penawaran seimbang, sehingga nilai tukar tidak terus tertekan.

    ADITYA BUDIMAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.