Tertekan Bursa London, Bursa Timah Sepi Transaksi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kantor PT Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia di Jl. S. Parman, Jakarta, Kamis(5/1). TEMPO/Dwianto Wibowo

    Kantor PT Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia di Jl. S. Parman, Jakarta, Kamis(5/1). TEMPO/Dwianto Wibowo

    TEMPO.CO, Jakarta - Status negara produsen timah terbesar tidak membuat Indonesia menjadi pasar perdagangan timah yang ramai. Lebih dari 120 tahun perdagangan timah terpusat di Bursa Logam London (LME). Adapun pemerintah ingin Indonesia menjadi referensi harga timah dunia. Untuk itu, Kementerian Perdagangan menerbitkan aturan ekspor timah wajib diperdagangkan di Bursa Komoditi Derivatif Indonesia (BKDI) sejak Agustus 2013.

    Namun, sejak 28 Agustus sampai 14 September 2014, perdagangan timah di BKDI hanya mencatat sekali transaksi. Direktur Equilibrum Komoditi Berjangka Ibrahim mengatakan sepinya transaksi disebabkan oleh harga timah LME lebih murah ketimbang BKDI. Mayoritas pembeli di BKDI adalah trader. Artinya, mereka akan menjual lagi timah yang dibeli di BKDI ke pembeli di luar neger dengan patokan harga LME. "Jika harga BKDI lebih mahal, pengusaha akan merugi," katanya kepada Tempo, Selasa, 16 September 2014.

    Sutomo Gunawan, importir anggota BKDI, mengatakan bukan sekali ini saja transaksi sepi. Selama 28 hari pada Januari-Februari, transaksi di BKDI juga sepi karena penyebab yang sama. "Terjadi deadlock," katanya. (Baca: Polda Bangka Belitung Tahan Dua Pengusaha Timah)

    Ibrahim mengatakan tidak ada transaksi di BKDI karena otoritas bursa tak mampu membuka harga lelang timah dengan tepat. Harga di BKDI ditentukan oleh Komite Timah yang beranggotakan penjual kelas kakap, di antaranya PT Timah Tbk, PT Refined Bangka Tin, PT Mitra Stania Prima, PT Inti Stania Prima, dan PT Bukit Timah.

    Menurut dia, tidak adanya tim independen di Komite Timah membuat harga timah tak wajar. ”Komite hanya menghitung pasokan dan permintaan, tidak mempertimbangkan faktor ekonomi makro dunia,” kata Ibrahim, yang pernah bekerja sebagai analis di BKDI. "Kalau prakteknya demikian, BKDI sulit menjadi referensi harga timah dunia." (Baca juga: Polda Babel Siap Pidanakan Surveyor Indonesia)

    Ketua Komite Timah yang juga mantan Direktur Utama PT Timah, Wachid Usman, tidak menjawab pertanyaan Tempo. Adapun Presiden Komisaris BKDI Fenny Widjaya menampik kabar bahwa Komite Timah bertugas menentukan harga timah. ”Komite hanya membahas persoalan,” ujarnya. Permainan lelang timah di BKDI menjadi salah satu laporan majalah Tempo berjudul "Main Mata Bursa Timah" yang terbit pada Senin, 22 September 2014.

    AKBAR TRI KURNIAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.