Analis: OJK Semestinya Awasi Arisan MMM  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi uang rupiah. TEMPO/Subekti

    Ilustrasi uang rupiah. TEMPO/Subekti

    TEMPO.COJakarta - Analis dari PT Asjaya Indosurya Securities, William Surya Wijaya, mengatakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) seharusnya memperhatikan investasi keuangan seperti arisan Manusia Membantu Manusia (MMM). Kata dia, fungsi edukasi OJK kepada masyarakat harus lebih ditingkatkan, terlebih dalam menghadapi maraknya investasi bodong di masyarakat. (Baca: Aneh, Arisan MMM Bisa Tawarkan Komisi 30 Persen)

    "Sekarang perkembangan Internet semakin terbuka, apalagi sistem arisan MMM itu semacam penggalangan dana yang tidak diketahui kejelasannya seperti apa," kata William saat dihubungi Tempo, Kamis, 7 Agustus 2014. (Baca juga: Investor Emas Bodong di Bandung Tanyakan Duitnya)

    Analis dari PT Bank Central Asia Tbk, David Sumual, juga mengungkapkan hal serupa. Menurut David, OJK harus lebih memperhatikan investasi semacam itu karena dapat merugikan masyarakat. "Tapi OJK pun bilang kalau ini bukan tanggung jawabnya karena berada di wilayah abu-abu," ujar David. (baca juga: OJK Terima 582 SoalInvestasi Keuangan Bodong) 

    Arisan MMM adalah bentuk investasi keuangan yang menawarkan bunga 30 persen setiap bulannya tanpa melakukan usaha apa pun. Nama sebenarnya adalah Mavrodi Mondial Moneybook (MMM). Sistemnya, setiap anggota membuat akun di website MMM dengan paket dana sesuai keinginan, yakni minimal Rp 1 juta dan maksimal Rp 10 juta.

    David mengatakan asal-usul pemberian bunga 30 persen itu harus dipelajari. Bunga ini dinilai janggal karena tidak ada jasa atau barang yang ditawarkan.

    William mengaku tak mengetahui dari mana pemberian bunga itu. Menurut dia, selama masih ada anggota baru yang mau membayar, pendapatan akan terus berputar. Dia menyatakan MMM adalah kombinasi antara arisan dan multi level marketing. "Agak waswas juga, kan, tidak diketahui apakah anggota tetep mau bayar terus. Kalau ada yang enggak mau bayar, ya bangkrut," ujar William.

    DEWI SUCI RAHAYU

    Berita Terpopuler 
    Massa Prabowo Bentrok dengan Polisi di KPU Jatim
    Hakim Wahiduddin Koreksi Gugatan Prabowo-Hatta
    Ahok Curiga, Belum Ada Pejabat DKI yang Dipecat
    Migrant Care Laporkan Enam Anggota DPR Pemilik PJTKI
    Dipukul, Massa Pro-Prabowo Ancam Tuntut Kepolisian


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Salip Menyalip Tim Sepak Bola Putra Indonesia Versus Vietnam

    Timnas U-23 Indonesia versus Vietnam berlangsung di laga final SEA Games 2019. Terakhir sepak bola putra meraih emas di SEA Games 1991 di Filipina.