Kamis, 24 Mei 2018

Jokowi Jadi Presiden, Rupiah Bisa Tembus 10 Ribu

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO , Jakarta - Kepala Ekonom Samuel Aset Manajemen, Lana Soelistianingsih mengatakan bahwa Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo bisa memenangi pemilu presiden pada Juli mendatang, maka nilai tukar (kurs) rupiah akan menguat signifikan. Dia memperkirakan penguatan akan sangat tajam bahkan bisa mencapai level Rp 10 ribu per dolar Amerika Serikat.

    Berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia, pada Jumat lalu rupiah berada di level Rp 11.792 per dolar AS. Menurut Lana, kondisi itu karena jika Jokowi diajukan sebagai calon presiden Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, menurut berbagai lembaga survei maka partai berlambang banteng ini akan mendapatkan 20 persen suara legislatif. (Baca juga : Gaet Investor, Indonesia Seperti Gadis Cantik Lagi)

    “Banyak investor yang menginkan kestabilan perekonomian, hal itu salah satunya diperoleh dengan kestabilan politik, maka jika Jokowi dicalonkan dan PDIP dan meraih suara 20 persen untuk pemilu legislatif, diperkirakan pemilihan presiden hanya akan terjadi satu putaran dan ini menyebabkan akan banyak terjadi arus modal masuk dan rupiah akan menguat,” ujar Lana ketika dihubungi, Minggu, 23 Februari 2014. (Lihat juga : Tutup Akhir Pekan, Rupiah Melesat 81 Poin)

    Meski begitu, menurut berbagai lembaga survei jika Jokowi tidak diumumkan sebagai calon presiden oleh PDIP sebelum April 2013, maka kemunginan PDIP tidak akan meraih 20 persen suara dalam pemilu legislatif. Hal ini akan berdampak ketidakstabilan politik. “Para pelaku pasar terutama dari asing, sebenarnya sudah memetakan kondisi politik Indonesia menjelang 2014, hal ini akan ditanggapi berbeda oleh pasar ketika Jokowi tidak dicalonkan PDIP,” ujar Lana. (Berita terkait : Menguat 29 Poin, Rupiah Belum Stabil)

    Lana memprediksi jika pemilu berlangsung lancar, rupiah akan berada di kisaran Rp 10.800 per dolar AS pada akhir 2014. Pemilu, menurut Lana, akan membuat dana asing kembali masuk ke saham dan obligasi. “Tapi siapapun presidennya diharapkan pro investor dan tidak akan melakukan hal yang merugikan pasar,” ujarnya.

    GALVAN YUDISTIRA

    Terpopuler :
    Beli WhatsApp Rp 223,6 T, Berapa Kekayaan Zuckerberg?

    Mengapa Path Batasi Pertemanan Penguna 150 Orang? 

    Path Pertimbangkan Hadir di Windows Phone 

    Jumlah Saham Bakrie di Path Tidak Sampai 1 Persen  


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Ganjil Genap Diperluas, Uji Coba Dilakukan Juli 2018

    Perluasan aturan ganjil genap di Jakarta akan dimulai Juli 2018. Ini berlaku selama pelaksanaan Asian Games dan mungkin akan dipertahankan.