BCA Ungkap Penyebab Layanan Mobile Banking Bermasalah Kemarin

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Direktur PT. Bank Central Asia Tbk (BCA) Jahja Setiaatmadja (kiri) mencoba produk perbankan digital saat  membuka BCA Expoversary 2018 di Indonesia Convention Exebation, Tangerang, Banten, 9 Februari 2018. ANTARA/Muhammad Iqbal

    Presiden Direktur PT. Bank Central Asia Tbk (BCA) Jahja Setiaatmadja (kiri) mencoba produk perbankan digital saat membuka BCA Expoversary 2018 di Indonesia Convention Exebation, Tangerang, Banten, 9 Februari 2018. ANTARA/Muhammad Iqbal

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Santoso mengatakan masalah layanan mobile banking BCA kemarin terjadi karena meningkatnya transaksi pada layanan rekening atau akun virtual yang tidak diperkirakan manajemen.

    "Kami mohon maaf atas masalah pada M-Banking BCA. Masalah tersebut disebabkan karena kebutuhan virtual account yang meningkat cukup signifikan di luar prediksi kami," ujar dia di Jakarta, Selasa, 13 Agustus 2019.

    Permasalahan layanan M-Banking BCA pada Senin kemarin menjadi viral di media sosial. Beberapa nasabah BCA mengeluh karena gagal melakukan transaksi.

    Santoso berjanji akan mempersiapkan kapasitas transaksi digital perbankan yang jauh lebih baik, agar permasalahan gagal transaksi yang dialami banyak nasabah seperti kemarin tidak terjadi kembali.

    Setiap hari BCA menyiapkan kapasitas transaksi sesuai beban dan kalkulasi peningkatan transaksi. Namun, pada Senin kemarin, kata Santoso, realisasi transaksi pada rekening virtual BCA melampaui prediksi.

    "Kebutuhannya lebih cepat dari perkiraan kami," ujar Santoso tanpa menyebut rinci berapa transaksi melalui akun virtual pada Senin itu.

    Santoso menjamin layanan M-Banking BCA pada Selasa ini sudah beroperasi normal.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.