Bursa Asia Menghijau, IHSG dan Rupiah Menguat

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi saham atau IHSG. TEMPO/Tony Hartawan

    Ilustrasi saham atau IHSG. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG dan kurs rupiah melanjutkan penguatannya pada akhir perdagangan hari ini, Jumat, 19 Juli 2019.

    Berdasarkan data Bloomberg, IHSG ditutup menguat 0,83 persen atau 53,24 poin ke level 6.456,54 dari level penutupan perdagangan sebelumnya. Pada perdagangan Kamis kemarin, IHSG berhasil rebound dan berakhir naik 0,14 persen atau 8,68 poin di level 6.403,29.

    Indeks mulai melanjutkan penguatannya dengan dibuka naik 0,22 persen atau 14,15 poin di posisi 6.417,44 pagi tadi. Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG konsisten bergerak positif di level 6.417,44 – 6.456,54.

    Delapan dari sembilan sektor ditutup menguat, dipimpin oleh sektor industri dasar yang menguat 2,48 persen, disusul sektor barang konsumsi yang menguat 1,42 persen. Di sisi lain, hanya sektor aneka industri yang berakhir di zona merah dengan pelemahan 0,23 persen.

    Dari 652 saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, sebanyak 220 saham menguat, 174 saham melemah, dan 258 saham lainnya stagnan. Saham PT HM Sampoerna Tbk. (HMSP) dan PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) yang masing-masing menguat 2,61 persen dan 0,91 persen menjadi penopang utama pergerakan IHSG hari ini.

    Sejalan dengan penguatan IHSG, nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup menguat 22 poin atau 0,16 persen ke level Rp 13.938 per dolar AS. Sebelumnya rupiah bergerak pada kisaran Rp 13.890 – Rp 13.945 per dolar AS.

    "Stabilitas rupiah kemungkinan akan bertahan, yang memungkinkan pasar domestik untuk menahan beberapa penurunan suku bunga lebih lanjut ketika The Fed juga diperkirakan akan memangkas suku bunga," kata Frances Cheung, kepala analis makroekonomi Asia di Westpac Banking, seperti dikutip Bloomberg, Jumat, 19 Juli 2019.

    IHSG menguat di saat bursa saham lainnya di Asia bergerak positif, dengan indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang menguat masing-masing 1,94 persen dan 2 persen.

    Di Cina, indeks Shanghai Composite dan CSI 300 menguat 0,79 persen dan 1,05 persen, sementara indeks Hang Seng menguat 1,15 persen, sedangkan indeks Kospi menguat 1,35 persen. Dilansir Reuters, bursa saham Asia menguat setelah pejabat tinggi Federal Reserve memperkuat ekspektasi penurunan suku bunga AS akhir bulan ini.

    Presiden The Fed wilayah New York John Williams pada Kamis lalu mengatakan bahwa bank sentral tidak bisa menunggu bencana ekonomi terjadi sebelum menambahkan stimulus. Hal ini dianggap sebagai argumen kuat yang mendukung tindakan moneter dengan segera.

    Komentar oleh Williams memastikan bahwa The Fed akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) pada pertemuan kebijakan 30-31 Juli mendatang dan juga membuka kembali harapan pemangkasan sebesar 50 bps.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman Ibadah Sholat Ramadan Saat Covid-19

    Pemerintah DKI Jakarta telah mengizinkan masjid ataupun mushola menggelar ibadah sholat dalam pandemi.