Inflasi April 0,44 Persen, BI: Didorong Faktor Musiman

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo ditemui usai salat Jumat di Masjid Kompleks Bank Indonesia, Jakarta Pusat, Jumat 22 Maret 2019. Tempo/Dias Prasongko

    Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo ditemui usai salat Jumat di Masjid Kompleks Bank Indonesia, Jakarta Pusat, Jumat 22 Maret 2019. Tempo/Dias Prasongko

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan angka inflasi sepanjang April 2019 yang mencapai 0,44 persen atau sedikit lebih tinggi dari perkiraan mereka yang hanya 0,37 persen. Akan tetapi, Perry menyebut inflasi ini hanyalah didorong oleh faktor musiman, bukan faktor yang fundamental.

    Baca juga: Harga Beras Merosot Selama April, BPS: Musim Panen Raya

    "Dari fundamental terlihat pada inflasi intinya yang tetap rendah, realisasinya 3,05 persen," kata Perry saat ditemui di Kompleks Bank Indonesia, Jakarta Pusat, Jumat, 3 Mei 2019.

    Perry mengatakan inflasi 0,44 persen ini disebabkan kenaikan harga bahan makanan seperti bawang merah dan cabai merah karena panen yang mundur. Kedua yaitu disebabkan kenaikan harga tiket pesawat.

    Sehari sebelumnya, Badan Pusat Statistik atau BPS menyampaikan bahwa inflasi dipicu oleh lonjakan harga tiket pesawat dan bahan makanan. Dalam hitungan BPS, inflasi April secara tahunan atau yoy mencapai 2,8 persen, sedangkan inflasi tahun kalender selama Januari hingga April tercatat 0,8 persen. 

    Berdasarkan catatan BPS,  harga bahan makanan memberikan andil pada inflasi sebesar 0,31 persen, sedangkan lini transportasi menyumbang angka inflasi sebesar 0,05 persen. Harga bahan makanan paling tinggi terjadi pada bawang merah.

    Walau demikian, Perry menyebut bahwa secara keseluruhan BI berpandangan bahwa inflasi masih rendah dan terkendali. BI, kata dia, melihat proyeksi ke depan akan tetap rendah yang kami sampaikan sebelumnya, mengarah 3,1 persen dari titik tengah sasaran 3,5 persen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.