Menilik Investasi Saratoga, Perusahaan Sandiaga yang Rugi di 2018

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Utama PT Saratoga Investama Sedaya, Sandiaga Uno. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Direktur Utama PT Saratoga Investama Sedaya, Sandiaga Uno. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Saratoga Investama Sedaya Tbk., perusahaan milik Sandiaga Uno, mencatatkan rugi bersih Rp 6,2 triliun pada 2018. Penyebabnya, harga saham portofolio investasinya tengah turun, apa saja portofolio investasi emiten berkode SRTG tersebut?

    Baca: Sandiaga Sudah 9 Kali Jual Saham Rp 500 Miliar untuk Kampanye

    Saratoga tercatat memiliki portofolio investasi dengan kepemilikan di atas 5 persen pada 9 perusahaan terbuka. Perusahaan terbuka itu tidak hanya di Indonesia, tetapi ada juga di Singapura dan Australia.

    Nilai wajar portofolio terbesar Saratoga pada 2018 adalah PT Adaro Energy Tbk. Perseroan mencatat nilai wajar investasi di emiten berkode ADRO itu senilai Rp 5,92 triliun.

    Nilai itu turun sebesar 34,45 persen. Penyebab penurunannya adalah anjloknya harga saham ADRO sepanjang 2018 sebesar 34,67 persen.

    Lalu, portofolio terbesar kedua ada di PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. senilai Rp5,34 triliun. Nilai wajar investasi Saratoga di sana turun 43,57 persen akibat anjloknya harga saham emiten berkode TBIG itu sebesar 43,96 persen.

    Investasi terbesar ketiga perseroan adalah PT Merdeka Copper Gold Tbk senilai Rp 3,02 triliun. Nilai itu naik 87,07 persen seiring dengan lonjakan harga saham emiten berkode MDKA itu sebesar 70,56 persen dan penambahan kepemilikan dari 18,94 persen menjadi 20,76 persen.

    Portofolio keempat terbesar Saratoga adalah PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk. dengan nilai wajar senilai Rp1,96 triliun. Nilai investasi wajar itu turun 6,7 persen selaras dengan penurunan harga saham emiten berkode MPMX sebesar 6,7 persen sepanjang 2018.

    Portofolio investasi kelima terbesar Saratoga adalah PT Provident Agro Tbk.

    Perusahaan yang juga dimiliki Sandiaga Uno ini mencatatkan nilai investasi wajar di emiten berkode PALM itu senilai Rp 830,67 miliar. Nilai itu sudah turun 20,73 persen dibandingkan dengan 2017.

    Penurunan itu selaras dengan pergerakan harga saham PALM yang anjlok 20,73 persen sepanjang 2018. Nah, volatilitas harga saham portofolio investasi Saratoga itu yang membuat kinerjanya mencatatkan rugi. Namun, kerugian itu masih belum terealisasi karena disebabkan penurunan harga saham, dan Saratoga masih belum melepas portofolio investasinya.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Beda Kerusuhan Mei 2019 dengan Kengerian di Ibu Kota 1998

    Kerusuhan di Jakarta pada bulan Mei terjadi lagi, namun kejadian di 2019 berbeda dengan 1998. Simak kengerian di ibu kota pada akhir Orde Baru itu.