Susi Pudjiastuti: Penenggelaman Kapal Asing Didahului Lobi Dubes

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menjadi pembicara kunci dalam talkshow bertajuk Semangat Memperkuat Budaya Maritim untuk Bela Negara Generasi Milenial di Universitas Sahid Jakarta, Selasa, 9 April 2019. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menjadi pembicara kunci dalam talkshow bertajuk Semangat Memperkuat Budaya Maritim untuk Bela Negara Generasi Milenial di Universitas Sahid Jakarta, Selasa, 9 April 2019. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memastikan upaya pemerintah memberantas warga asing pencuri ikan ilegal dengan cara menenggelamkan kapal tak sembarangan. Menurut dia, Kementerian telah mengupayakan terjalinnya komunikasi dengan duta-duta besar negara asing untuk melalukan lobi.

    Baca juga: Jadi Menteri KKP Tinggal 6 Bulan, Susi: Saya Titip Laut

    "Dari sisi diplomasi, saya sudah panggil dubes-dubes. Saya bilang, yang harus Anda lakukan adalah stop illegal fishing," ujar Susi saat menjadi pembicara kunci dalam talkshow bertajuk Semangat Memperkuat Budaya Maritim untuk Bela Negara Generasi Milenial di Universitas Sahid Jakarta, Tebet, Jakarta Selatan, Selasa, 9 April 2019.

    Lobi ini dilakukan pada 2015. Susi mengatakan perjumpaan dengan para dubes dilakukan untuk membincangkan soal sikap tegas pemerintah terhadap tindak pencurian ikan dan rencana penenggelaman kapal. Upaya itu ia sebut sebagai langkah elegan.

    Menurut dia, tak ada satu pun pihak yang protes dengan kebijakan Kementerian kala itu. Bahkan, para dubes menyatakan dukungannya kepada pemerintah Indonesia untuk mengetatkan penjagaan wilayah maritim.

    Bersamaan dengan itu, pemerintah membentuk Satgas 115 untuk memantau adanya tindak pencurian dan penangkapan ikan secara ilegal. Satgas dibentuk melalui Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2015 dan mulai berjalan pada Oktober tahun itu. Dalam operasinya, Satgas melakukan penegakan hukum di empat wilayah operasi di perairan Tanah Air.

    Pembentukan satgas dan upaya lobi terhadap dubes dilakukan lantaran Kementerian sulit menjaga wilayah maritim Indonesia yang begitu luas. Susi menggambarkan, 71 persen wilayah Indonesia terdiri atas laut, sedangkan 29 persennya merupakan wilayah daratan.

    Setelah dua upaya itu digencarkan, Susi mengatakan saat ini pihaknya telah menenggelamkan 488 kapal. Penenggalaman kapal berdampak pada kemajuan di bidang maritim. Misalnya, jumlah stok sumber daya ikan meningkat drastis.

    Ia merinci, stok ikan bertambah dari 6,52 juta ton pada 2011 menjadi 12,54 juta ton pada 2016. Sedangkan pada 2017 telah di atas 13 juta ton. Sementara itu, konsumsi ikan baik dari 37 kilogram per kapita menjadi 50 kilogram per kapita.

    Indonesia saat ini juga disebut telah menjadi pemasok ikan tuna terbesar secara global. "Neraca perdagangan kota juga nomor satu di Asia Tenggara," ucap  Susi Pudjiastuti.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.