Harapan Jusuf Kalla ke NU: Dorong Perekonomian Indonesia

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla menyampaikan pidato saat penutupan Tanwir Muhammadiyah di Balai Semarak Bengkulu, Minggu 17 Februari 2019. ANTARA FOTO/David Muharmansyah/nz

    Wakil Presiden Jusuf Kalla menyampaikan pidato saat penutupan Tanwir Muhammadiyah di Balai Semarak Bengkulu, Minggu 17 Februari 2019. ANTARA FOTO/David Muharmansyah/nz

    TEMPO.CO, Jakarta -Wakil Presiden Jusuf Kalla berharap organisasi keagamaan Nahdlatul Ulama dapat mendorong peningkatan kegiatan perdagangan di masyarakat sehingga dapat memperbaiki kehidupan ekonomi. JK--begitu dia akrab disapat mengatakan salah satu kelemahan bangsa Indonesia adalah terkait penguasaan ekonomi oleh masyarakat secara mayoritas.

    BACA: Jusuf Kalla Sebut yang Bisa Majukan Indonesia Hanya Manufaktur

    "Karena itulah maka gerakan dari organisasi NU dan semua yang ada di sini, persis yang ada di Jabar ini, tentu harus mendorong bagaimana masyarakat menjadi bersemangat untuk melaksanakan yang telah dilaksanakan Rasulullah, perdagangan," kata Wapres JK saat menutup Munas Alim Ulama dan Konbes NU di Pondok Pesantren Miftahul Huda Al Azhar Citangkolo, Banjar Patroman, Jawa Barat, Jumat.

    Perekonomian menjadi salah satu isu yang dibahas dalam Munas Alim Ulama dan Konferensi Besar NU di Banjar Patroman. Hasil rekomendasi Munas Alim Ulama tersebut menyatakan bahwa bisnis berbasis 'multi level marketing" atau MLM tidak diperkenankan dilakukan umat Islam kareNa prinsipnya haram.

    BACA: JK Jamin Pilpres Aman, Pengusaha Tak Perlu Tinggalkan Indonesia

    Ketua Pengurus Besar NU Said Aqil Siroj di Banjar Patroman, Jumat, mengatakan bisnis MLM sama halnya dengan "money game" yang mengandung unsur manipulasi dan tidak transparan.

    "Ada pihak yang dirugikan, mengandung kezaliman dan syaratnya menyalahi prinsip akad Islam, serta transaksinya berupa bonus bukan uang. Tapi kalau memenuhi syarat yang normatif, yaitu transparan, mendapatkan bonus selain barang, maka itu baru dihalalkan," kata Said Aqil.

    Rekomendasi terkait usaha, yang juga didorong NU, adalah perlunya penyusunan tata cara dan mekanisme pendirian badan usaha mengatasnamakan NU.

    Mekanisme itu penting karena akhir-akhir ini ditemukan banyak elemen NU berinisiatif membuat badan usaha mengatasnamakan NU, namun berpotensi konflik karena tidak ada tata cara yang baku.

    Baca berita tentang Jusuf Kalla lainnya di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peranan Penting Orang Tua dalam Kegiatan Belajar dari Rumah

    Orang tua mempunyai peranan yang besar saat dilaksanakannya kegiatan belajar dari rumah.