Rating Negatif Utang Perbankan Dipengaruhi Kenaikan Suku Bunga

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Mirza Adityaswara memberikan keterangan pers di Gedung BI, Jakarta, Selasa, 23 Oktober 2018. Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 22-23 Oktober 2018 memutuskan untuk mempertahankan BI 7-day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 5,75%, suku bunga Deposit Facility sebesar 5,00%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,50%. TEMPO/Tony Hartawan

    Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Mirza Adityaswara memberikan keterangan pers di Gedung BI, Jakarta, Selasa, 23 Oktober 2018. Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 22-23 Oktober 2018 memutuskan untuk mempertahankan BI 7-day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 5,75%, suku bunga Deposit Facility sebesar 5,00%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,50%. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Prospek (outlook) peringkat utang perbankan Indonesia diprediksi negatif dari sebelumnya stabil oleh Lembaga pemeringkat global Fitch Ratings. Meski begitu, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menampik anggapan tersebut. Sekretaris LPS Samsu Adi Nugroho menuturkan secara keseluruhan kondisi perbankan Indonesia masih kondusif.

    Baca: 2019, Moody's: Kondisi Utang Perusahaan Nonkeuangan RI Stabil

    “Kalau kami melihat perbankan masih baik-baik saja. CAR (capital adequacy ratio) masih oke, masih tertinggi. DPK (dana pihak ketiga) masih tumbuh terus,” kata Samsu, Selasa 4 Desember 2018.

    Menurut Samsu, perbankan masih optimistis bahwa kondisi perbankan tahun depan tidak akan jauh berbeda dengan tahun ini. Hanya saja, Samsu menuturkan memang ada tantangannya pada tahun depan, seperti kondisi global yang masih dinamis, tahun politik, dan nilai kurs.

    Namun, ia memastikan outlook negatif untuk rating utang bank 2019 tidak akan berdampak buruk bagi upaya bank menambah likuiditas pendanaan atau modal tahun depan.

    “Tidak (terpengaruh), itu faktornya kan banyak. Investor asing masih banyak yang masuk untuk bisnis bank di Indonesia, artinya sebetulnya pasti dampak itu masih bisa di-manage, mereka sudah perhitungkan tantangannya pada tahun depan dalam rencana bisnis mereka," kata Samsu.

    Salah satu pengurus Asosiasi Kartu Kredit Indonesia (AKKI) yang juga Direktur Bank BCA Santoso Liem menuturkan penurunan rating dari lembaga tersebut karena melihat dari outlook industri perbankan di Indonesia. Hal tersebut, kata dia, juga dipengaruhi karena kondisi ekonomi terhadap dampak global.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.