Hari Ini Kurs Rupiah Jisdor Menguat Jadi Rp 14.252 per Dolar AS

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi mata uang Rupiah. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Ilustrasi mata uang Rupiah. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Jakarta - Nilai tukar rupiah melanjutkan tren penguatan pada hari Senin, 3 Desember 2018. Berdasarkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), kurs berada pada level Rp 14.252 per dolar Amerika Serikat.

    Baca juga: Jokowi Berharap Rupiah Menguat Bertahap

    Angka tersebut lebih kuat 87 basis poin ketimbang pada akhir pekan lalu. Pada Jumat, 30 November 2018, nilai tukar rupiah berada pada level Rp 14.339 per dolar AS. 

    Tren menguatnya rupiah terlihat kembali pada Kamis 29 November 2018 kala kurs menguat menjadi Rp 14.408 per dolar AS, saat sebelumnya sempat melemah ke Rp 14.535 per dolar AS pada Rabu, 28 November 2018.

    Ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih sebelumnya memprediksi rupiah menguat terhadap dolar AS merespons sentimen positif dari melunaknya hubungan dagang negeri Abang Sam dengan Cina. Hari ini kurs diperkirakan berada pada kisaran Rp 14.150 - 14.250 per dolar AS.

    Dalam pertemuan G20 Leaders di Buenos Aires, Argentina, kemarin, pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden Cina Xi Jinping telah menghasilkan sejumlah kesepakatan. Kesepakatan itu antara lain AS tidak bakal menaikkan tarif bea masik dari 10 persen menjadi 25 persen untuk barang-barang impor dari Cina senilai US$ 200 miliar pada 1 Januari 2019. Selain itu, Cina setuju membeli produk-produk pertanian AS.

    "Walaupun masih temporer, kesepakatan bisa menjadi sentimen positif bagi investor seiring dengan ketidakpastian global yang menurun," ujar Lana memprediksi dampak pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping terhadap nilai tukar rupiah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.