Rabu, 26 September 2018

Tak Hanya Garuda Indonesia, Direksi Pertamina Juga Dirombak

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gedung Utama Kantor Pusat Pertamina. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Gedung Utama Kantor Pusat Pertamina. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Badan Usaha Milik Negara atau BUMN kembali merombak beberapa posisi direktur di tubuh PT Pertamina (Persero). Salah satunya, mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia Pahala N Mansury yang sudah dicopot kini didapuk menjadi Direktur Keuangan Pertamina.

    Baca: Tiga Fokus Nicke Widyawati Setelah Diangkat Jadi Dirut Pertamina

    "Betul Direktur Keuangannya Pahala Mansury," kata Vice President Corporate Communication Pertamina, Adiatma Sardjito ketika dikonfirmasi oleh Tempo, Kamis, 13 September 2018.

    Sebelumnya, Pahala Mansury resmi dicopot dari jabatannya sebagai Direktur Utama PT Garuda Indonesia pada Rabu, 12 September 2018. Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang sekaligus menunjuk I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra alias Ari Askhara sebagai suksesor Pahala.

    Seusai dicopot dari perusahaan maskapai pelat merah itu, bekas Direktur Bank Mandiri itu belum mau menjawab ke mana lagi karirnya akan berlabuh. Ia juga enggan menjawab ihwal kabar kepindahannya ke PT Perusahaan Listrik Negara alias PLN.

    "Belum tahu ya," ujar Pahala kepada awak media di Gedung Garuda Indonesia, Tangerang, Rabu, 12 September 2018.

    Lebih jauh, Adiatma juga membenarkan dirombaknya posisi Direktur Perencanaan dan Investasi dan Manajemen Risiko serta Direktur Mega Proyek Pengolahan dan Petrokimia. Sebelumnya Direktur Perencanaan dan Investasi diduduki oleh Gigih Prakoso, dan kini digantikan oleh Heru Setiawan.

    Adapun Heru sebelumnya telah menjabat sebagai Direktur Mega Proyek Pengolahan dan Petrokimia. Sedangkan, Gigih saat ini telah ditunjuk untuk menjadi Direktur Utama PT Perusahaan Gas Negara atau PGN.

    Sementara itu, posisi Direktur Mega Proyek Pengolahan dan Petrokimia yang dijabat oleh Heru kini diisi oleh Ignatius Talullembang. Adapaun Talullembang sebelumnya menjabat sebagai Senior Vice President Project Execution Direktorat Mega Proyek Pengolahan dan Petrokimia.

    Perombakan jajaran direksi di tubuh Pertamina juga terjadi pada 29 Agustus 2018 lalu. Nicke Widyawati yang sebelumnya menjadi Pelaksana Tugas Direktur Utama resmi ditunjuk untuk menggantikan Elia Massa Manik yang dicopot pada 20 April 2018.

    Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Pemasaran Korporat Pertamina, Basuki Trikora Putra. Ia menyebutkan per hari ini Nicke sudah resmi menjadi Direktur Utama. Penyerahan SK menteri tersebut dilangsungkan secara tertutup di Kementerian BUMN. "Bu Nicke, sekarang sudah resmi," ujar dia di Kantor Kementerian BUMN, Rabu, 29 Agustus 2018.

    Selain Nicke, Basuki Trikora menuturkan ada nama-nama lainnya yang mendapatkan jabatan baru di Pertamina. Beberapa nama itu adalah Direktur Hulu Pertamina Syamsu Alam, digantikan oleh Dharmawan Syamsu, yang sebelumnya menjabat sebagai Country Head BP Indonesia.

    Baca: Tim Kampanye: Jokowi Tak Pernah Janji Pertamina Kalahkan Petronas

    Kemudian Direktur Sumber Daya Manusia Pertamina yang sebelumnya dijabat oleh Nicke digantikan oleh Kushartanto Koeswiranto. Kushartanto sebelumnya menjabat sebagai Director Of Human Resources And General Affairs PT Jasa Marga.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Karen Agustiawan Ditahan Karena Akuisisi Pertamina di Blok BMG

    Kejaksaan Agung menahan mantan Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan terkait kasus dugaan korupsi investigasi Pertamina berupa akuisisi aset BMG.