Rabu, 26 September 2018

Tim Kampanye: Jokowi Tak Pernah Janji Pertamina Kalahkan Petronas

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga mengabadikan kedatangan Presiden Joko Widodo bersama Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Christine Lagarde saat melakukan blusukan meninjau pelayanan Rumah Sakit Pusat Pertamina Jakarta, 26 Februari 2018. REUTERS/Darren Whiteside

    Warga mengabadikan kedatangan Presiden Joko Widodo bersama Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Christine Lagarde saat melakukan blusukan meninjau pelayanan Rumah Sakit Pusat Pertamina Jakarta, 26 Februari 2018. REUTERS/Darren Whiteside

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim Kampanye Nasional Jokowi, Inas Nasrullah Zubir menyebutkan pada saat ini Presiden Joko Widodo (Jokowi) berupaya menjadikan PT Pertamina sebagai tuan rumah minyak di negeri sendiri. Inas dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 11 Agustus 2018 menyebutkan Jokowi dalam janji kampanyenya 2014 lalu menyatakan akan membesarkan BUMN energi yaitu PT Pertamina (Persero) agar bisa bersaing secara global.

    Baca : Jokowi Ingin Ciliwung Bersih Seperti Cheonggyecheon, Ini Tantangannya

    Saat itu Pertamina belum bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri karena di Indonesia, Pertamina hanya menguasai 21 persen produksi minyak dalam negeri. Sementara sisanya dikuasai asing. Sementara di Malaysia, Petronas menguasai 60 persen produksi minyak di negaranya, sisanya perusahaan asing.

    Menanggapi hal tersebut, pihak Tim Kampanye Nasional Jokowi, Inas Nasrullah Zubir menganggap oposisi tidak paham karena kurang tepat dalam membaca visi Jokowi untuk memajukan Pertamina agar menjadi tuan di negeri sendiri.

    "Jokowi tidak pernah menjanjikan akan menjadikan Pertamina mengalahkan Petronas, melainkan akan berupaya agar Pertamina seperti Petronas menguasai 60 persen ladang minyak di Malaysia dan menjadi tuan di negri-nya sendiri," ujar Inas.

    Pada saat Jokowi dilantik, kata Inas, Pertamina hanya menguasai 24 persen ladang minyak di Indonesia dan pada tahun 2018 ini Pertamina sudah menguasai 35 persen ladang minyak di Indonesia dan pada tahun 2021, Kontrak Chevron di Rokan, ladang minyak terbesar di Indonesia, yakni 27 persen dari total ladang nasional akan berakhir dan diambil alih oleh Pertamina.

    "Dengan demikian ladang minyak yang akan dikuasai oleh Pertamina pada tahun 2021 menjadi 62 persen, tentunya akan menjadi tuan di negerinya sendiri," ujar Inas yang juga sebagai Ketua Fraksi Hanura DPR RI.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Karen Agustiawan Ditahan Karena Akuisisi Pertamina di Blok BMG

    Kejaksaan Agung menahan mantan Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan terkait kasus dugaan korupsi investigasi Pertamina berupa akuisisi aset BMG.