Minggu, 23 September 2018

Rupiah Dekati 15 Ribu, Beban Biaya Maskapai Kian Berat

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja memeriksa alat di Depot Pengisian Pesawat Udara di (DPPU) Pertamina Cengkareng, Tangerang, Banten, 26 Januari 2016. Kebutuhan avtur setiap tahun untuk memenuhi operasional maskapai penerbangan di Indonesia mencapai 5 juta kiloliter (KL) atau 5 miliar liter. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    Pekerja memeriksa alat di Depot Pengisian Pesawat Udara di (DPPU) Pertamina Cengkareng, Tangerang, Banten, 26 Januari 2016. Kebutuhan avtur setiap tahun untuk memenuhi operasional maskapai penerbangan di Indonesia mencapai 5 juta kiloliter (KL) atau 5 miliar liter. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    TEMPO.CO, Jakarta - Melemahnya nilai tukar rupiah mendekati angka Rp 15 ribu per dolar AS membuat maskapai penerbangan harus berpikir keras untuk tetap bisa beroperasi. Hal tersebut disampaikan Ketua Asosiasi Perusahaan Penerbangan Indonesia (Indonesia National Air Carriers Association atau INACA) Bidang Penerbangan Berjadwal Bayu Sutanto.

    Baca: Rupiah Jeblok, Jokowi: Karena Faktor Eksternal Bertubi-tubi

    Bayu menjelaskan, beban biaya sektor penerbangan akan bertambah berat akibat pelemahan rupiah yang belakangan tersungkur. Pasalnya, komponen biaya yang dipengaruhi dolar AS, baik secara langsung maupun tidak langsung, mencapai 70 persen.

    "Komponen biaya yang dipengaruhi langsung dan tidak langsung dengan kurs dolar itu 70 persen, tambah berat biayanya," ujar Bayu di Jakarta, Selasa, 4 September 2018. Bayu mengemukakan harga tersebut bisa berimbas pada harga tiket apabila tarif batas bawah tidak kunjung dinaikkan.

    Bayu mencontohkan, pajak yang dikenakan untuk penerbangan luar negeri Jakarta-Bangkok naik dari Rp 2.215.100 menjadi Rp 2.229.000 pada Selasa sore. "Ya, jelas harga tiket dinaikkan," ucapnya.

    INACA, menurut Bayu, tengah menunggu penerapan kenaikan tarif batas bawah, yang telah dirumuskan Kementerian Perhubungan naik 5 persen dari 30 persen menjadi 35 persen dari tarif batas atas. "Kapan kenaikan tarif batas bawah diberlakukan, tiket domestik dinaikkan? Sementara kurs dolarnya naik terus," tuturnya.

    Sebelumnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan pemerintah tengah mencari solusi menghadapi pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Kurs rupiah terus melemah hingga Rp 14.900 per dolar AS. "Pemerintah berusaha agar rupiah tetap dalam nilai yang wajar. Utamanya bagaimana kita mengurangi defisit perdagangan," katanya di Kantor Wakil Presiden, Selasa, 4 September 2018.

    JK menuturkan salah satu caranya dengan meningkatkan ekspor dan mengurangi impor komoditas yang tak perlu. Termasuk memaksimalkan ekspor sumber daya alam dan mengurangi impor bahan bakar minyak.

    Baca: Prabowo Disebut Ramalkan Jebloknya Rupiah Sejak Empat Tahun Lalu

    Dalam situs resmi Bank Indonesia tercatat kurs jual rupiah melemah. Bahkan pada siang hari ini kurs jual rupiah mencapai level Rp 15.002 per dolar AS. Adapun kurs beli berada di Rp 14.852 per dolar AS. Sementara itu, Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau JISDOR mencatat nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mencapai Rp 14.972 per dolar AS.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Richard Muljadi Ditangkap Ketika Menghirup Kokain, Ini Bahayanya

    Richard Muljadi ditangkap polisi ketika menghirup kokain, narkotika asal Kolombia yang digemari pemakainya karena menyebabkan rasa gembira.