Rupiah Melemah, Kurs Jual Tembus Rp 15 Ribu per Dolar AS

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga menghitung mata uang rupiah hasil jual mata uang dolar, di money changer. Mata uang rupiah kini semakin melemah akibat krisis global.  Jakarta, 25 Agustus 2015. TEMPO/Subekti

    Warga menghitung mata uang rupiah hasil jual mata uang dolar, di money changer. Mata uang rupiah kini semakin melemah akibat krisis global. Jakarta, 25 Agustus 2015. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Dalam situs resmi Bank Indonesia tercatat kurs jual rupiah melemah, bahkan pada siang hari ini kurs jual rupiah mencapai level Rp 15.002 per dolar AS. Sementara kurs beli berada di Rp 14.852 per dolar AS. Adapun Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau JISDOR mencatat nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mencapai Rp 14.972 per dolar AS.

    Baca: Rupiah Melemah, Sri Mulyani Ancam Pengusaha yang Tahan Dolar

    Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira Adhinegara menyebutkan salah satu faktor yang memicu pelemahan kurs rupiah adalah kenaikan harga minyak mentah. "Faktor kenaikan harga minyak mentah berpengaruh pada proyeksi defisit migas yang semakin melebar," kata Bhima saat dihubungi, Rabu, 5 September 2018.

    Bhima mengatakan harga minyak jenis brent telah mencapai US$ 78 per barel. Kenaikan tersebut, kata Bhima, karena gangguan pasokan minyak AS. 

    Menurut Bhima pelaku pasar juga mencermati pertemuan IMF dan Argentina pada Selasa lalu. Keputusan percepatan bailout dan syarat IMF untuk mengurangi defisit anggaran Argentina berimplikasi besar pada meredanya krisis mata uang Peso. 

    "Sementara Lira Turki masih berada di 6,6 terhadap dolar AS  Krisis Turki dipastikan berlangsung lama," ujar Bhima. Ia juga melihat krisis berikutnya yang dipantau adalah Afrika Selatan dengan tingkat depresiasi kurs Rand hingga 16,7 persen sejak awal tahun. 

    Sedangkan dari dalam negeri faktor rilis data inflasi Badan Pusat Statistik tidak mampu mendukung rupiah. "Deflasi menjadi indikasi menurunnya tingkat konsumsi masyarakat setelah Lebaran. Investor asing masih melakukan net sales Rp 1,19 triliun dalam satu pekan terakhir," ujar Bhima.

    Analis Panin Sekuritas William Hartanto juga memperkirakan rupiah masih akan melemah hari ini. William memprediksi rupiah akan bergerak di kisaran Rp 14.5900 - Rp 15.000 per dolar AS. "Faktornya masih perang dagang. Mudah-mudahan peraturan pembatasan impor 500 produk yang dirilis hari ini bisa menjadi penguat," ujarnya.

    Baca: Rupiah Melemah, BEI: Pasar Modal Masih Bagus

    Dalam situs resmi Bank Indonesia kemarin, Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau JISDOR mencatat nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di angka Rp 14.840 pada Selasa, 4 September 2018. Angka tersebut menunjukkan pelemahan 73 poin dari nilai sebelumnya, yaitu Rp 14.767 pada penutupan Senin, 3 September 2018. Sedangkan pada 4 September 2018, kurs jual US$ 1 terhadap rupiah, yaitu Rp 14.914 dan kurs beli Rp 14.766.

    Simak berita terkait rupiah melemah hanya di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Anwar Usman dan 8 Hakim Sidang MK dalam Gugatan Kubu Prabowo

    Mahkamah Konstitusi telah menunjuk Anwar Usman beserta 8 orang hakim untuk menangani sengketa pemilihan presiden 2019.