Melesu, Kurs Rupiah Injak Level Rp 14.520

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga menghitung mata uang rupiah hasil jual mata uang dolar, di money changer. Mata uang rupiah kini semakin melemah akibat krisis global.  Jakarta, 25 Agustus 2015. TEMPO/Subekti

    Warga menghitung mata uang rupiah hasil jual mata uang dolar, di money changer. Mata uang rupiah kini semakin melemah akibat krisis global. Jakarta, 25 Agustus 2015. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Kurs rupiah kembali mengalami pelemahan. Berdasarkan Jakarta Interspot Dollar Rate, nilai tukar rupiah menginjak level Rp 14.520 per dolar Amerika Serikat pada Jumat, 20 Juli 2017 pukul 11.03 WIB.

    Baca: Di DPR, Sri Mulyani Beberkan Pertumbuhan Ekonomi Hingga Rupiah

    Dengan begitu, rupiah menginjak level terlemahnya di pekan ini. Kurs rupiah dibuka di level Rp 14.396 per dolar AS pada awal pekan ini, Senin, 16 Juli 2018. Nilai tukar sempat menguat tipis ke level Rp 14.391 pada Selasa, 17 Juli 2018.

    Namun, sehari setelahnya, kurs terus melemah dengan menginjak level Rp 14.406 per dolar AS. Pada Kamis, 19 Juli 2018, rupiah kembali meloyo di level Rp 14.418 per dolar AS.

    Baca: Tensi Perang Dagang Mereda, Rupiah Diprediksi Bakal Menguat

    Beberapa hari lalu, Dewan Gubernur Bank Sentral mengumumkan kebijakannya menahan suku bunga acuan di 5,25 persen. Sebelumnya, BI menaikkan suku bunga 100 basis poin dalam dua bulan terakhir.

    Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menegaskan arah kebijakan moneter akan tetap "hawkish" namun pelonggaran dilakukan melalui kebijakan makroprudensial.

    Di tengah tekanan kuat terhadap rupiah saat ini, Gubernur BI tersebut menyebutkan besaran bunga acuan saat ini sudah cukup untuk membuat imbal hasil instrumen keuangan di pasar domestik menarik dan membawa investor asing kembali ke Tanah Air.

    Selisih atau spread antara obligasi pemerintah AS, imbal hasil instrumen keuangan negara dengan kapasitas ekonomi setara (peers) dengan Indonesia, kata Perry, masih dalam rentang yang wajar. Bank Sentral masih memperkirakan imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun akan meningkat hingga 3,4 persen di akhir tahun karena perkiraan perbaikan data ekonomi negara Paman Sam.

    "Setelah kenaikan 100 basis poin, kami pandang suku bunga kebijakan kita cukup kompetitif untuk memberi ruang masuknya aliran modal asing," ujar Perry.

    Tekanan ekonomi global saat ini terhadap Indonesia, kata Perry, paling banyak bersumber dari perkembangan perang dagang China dan AS. Sejak Januari 2018 hingga 18 Juli 2018, kurs rupiah sudah melemah 5,8 persen (year to date/ytd).


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.