Tensi Perang Dagang Mereda, Rupiah Diprediksi Bakal Menguat

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas melayani penukaran mata uang asing di kawasan Kwitang, Jakarta, 8 Mei 2018. Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berpotensi mendongkrak harga makanan dan minuman olahan usai Lebaran. TEMPO/Tony Hartawan

    Petugas melayani penukaran mata uang asing di kawasan Kwitang, Jakarta, 8 Mei 2018. Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berpotensi mendongkrak harga makanan dan minuman olahan usai Lebaran. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Analis Pasar Uang Bank Mandiri Reny Eka Putri memprediksi rupiah masih bisa melanjutkan penguatan. Reny memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp 14.325 - Rp 14.390.

    BACA: Rupiah Diprediksi Menguat di Rp 14.379 - Rp 14.368 Hari Ini

    "Hal tersebut didukung data surplus neraca perdagangan domestik pada Juni 2018 dan berkurangnya tensi perang dagang Amerika Serikat-Cina," kata Reny saat dihubungi, Rabu, 18 Juli 2018.

    Dalam situs resmi Bank Indonesia, Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau JISDOR mencatat nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada di angka Rp 14.391 pada penutupan Selasa, 17 Juli 2018. Angka tersebut menunjukkan penguatan 5 poin dari nilai sebelumnya, yaitu Rp 14.396 pada penutupan Senin, 16 Juli 2018. Sedangkan pada 17 Juli 2018, kurs jual US$ 1 terhadap rupiah, yaitu Rp 14.463 dan kurs beli Rp 14.319.

    Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira Adhinegara juga memperkirakan rupiah akan menguat hari ini. Bhima memperkirakan rupiah kembali bergerak menguat di Rp 14.330 - Rp 13.350.

    "Sentimennya dipicu pidato Gubernur The Fed yang sesuai dengan ekspektasi pasar yakni kemungkinan akan ada kenaikan bunga acuan The Fed hingga dua kali lagi," kata Bhima.

    Sementara sentimen positif tadi masih berpotensi berbalik arah karena laporan IMF tentang dampak negatif perang dagang cukup berbahaya.

    BACA: Bela Jokowi, Misbakhun: Depresiasi Rupiah, Persoalan Global

    "Mata uang dollar AS merespons dengan naiknya US Dollar Index ke level 95. Naiknya Dollar Index jadi pertanda, pasar kembali berburu dolar sebagai safe haven ketika terjadi guncangan di sektor riil akibat perang dagang," kata Bhima.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.