Industri Kapal Diprediksi Merugi karena Rupiah Melemah

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung mengamati produk perkapalan di pameran Inamarine 2015 di JI Expo, Jakarta, 21 Mei 2015. Pameran yang menampilkan berbagai produk industri perkapalan, mesin dan peralatan perkapalan itu berlangsung hingga 22 Mei mendatang. Tempo/Tony Hartawan

    Pengunjung mengamati produk perkapalan di pameran Inamarine 2015 di JI Expo, Jakarta, 21 Mei 2015. Pameran yang menampilkan berbagai produk industri perkapalan, mesin dan peralatan perkapalan itu berlangsung hingga 22 Mei mendatang. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Tren pelemahan nilai tukar rupiah dalam sepekan terakhir membuat pengusaha galangan kapal resah. Komponen kapal yang dominan diimpor membuat pengusaha memperkirakan sejumlah proyek kapal bakal merugi. 

    Sekretaris Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Lepas Pantai Indonesia (Iperindo) Askan Naim mengatakan komponen kapal yang bisa dipasok dari dalam negeri untuk sebuah proyek kapal saat ini berkisar 35-40 persen.

    Simak: Sulit Cari Korban Kapal Tenggelam, Ini Kata Peneliti Danau Toba

    Dengan kata lain, 60-65 persen komponen kapal harus didatangkan dari luar negeri dan dibayar dalam mata uang asing. Berdasarkan Bloomberg, kurs rupiah pada perdagangan hari ini sudah menembus Rp 14.390 per dolar Amerika Serikat.

    "Ini sangat berpengaruh. Dengan fluktuasi kurs seperti ini, risiko untuk menggerus laba sangat tinggi, sehingga proyek-proyek (perkapalan) bisa merugi," kata Askan kepada Bisnis.com, Senin, 2 Juli 2018.

    Baca: KNKT Belum Investigasi Menyeluruh Kapal Tenggelam di Danau Toba

    Askan menambahkan, sejumlah perusahaan galangan akan meninjau ulang kontrak pembangunan dengan pihak pemilik kapal. Bila kenaikan beban impor akibat depresiasi rupiah terbilang signifikan, galangan akan berupaya melakukan negosiasi dengan pemilik kapal untuk penyesuaian biaya pembangunan kapal.

    Sebagaimana diketahui, Kementerian Perindustrian mencatat, pada 2017, terdapat 250 perusahaan galangan dengan kapasitas produksi kapal baru sebesar 1 juta deadweight tonnage (DWT). Galangan nasional juga memiliki kapasitas 12 juta DWT untuk reparasi kapal laut.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemprov DKI Putuskan Kalender Pendidikan Mulai 13 Juli 2020

    Pemprov DKI Jakarta menetapkan kalender pendidikan 2020/2021 dimulai 13 Juli 2020 dan selesai di Juni 2021. Pada Juli 2021, masuk kalender berikutnya.