43 Juta Pengguna Telkomsel yang Belum Registrasi Ulang Diblokir

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Registrasi ulang kartu Prabayar. kominfo.go.id

    Registrasi ulang kartu Prabayar. kominfo.go.id

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Informatika mulai melakukan pemblokiran tahap II mulai April 2018. Kominfo telah memblokir puluhan juta pelanggan Telkomsel yang belum registrasi ulang kartu SIM-nya.

    “Jumlah nomor Telkomsel yang diblok karena belum registrasi,” kata Kepala Humas Kominfo, Noor Iza, melalui pesan singkat pada Rabu, 4 April 2018. Pemblokiran itu, kata Iza, telah berjalan sejak akhir minggu ketiga Maret 2018 lalu.

    Simak: Kemkominfo Akan Revisi Peraturan Pembatasan Registrasi Ulang

    Sementara, Telkomsel masih memberikan penawaran bonus kuota bagi pelanggannya yang sudah meregistrasi ulang nomornya. Tawaran bonus kuota itu diumumkan melalui akun Twitter resmi Telkomsel. “Registrasi  sekarang sebelum diblokir total. Dapatkan kuota 10 GB, 150 menit telpon, dan 75 SMS Cuma Rp 0,” cuit Telkomsel melalui akun Twitternya.

    Para pelanggan Telkomsel dapat meregistrasikan ulang nomornya lewat laman http://tsel.me/registrasi  atau lewat *444# menggunakan Nomor Induk Kependudukan atau nomor Kartu Keluarga.

    Pemerintah telah menutup kesempatan pertama registrasi kartu prabayar pada 28 Februari 2018 lalu. Apabila registrasi tidak dilakukan, nomor seluler akan mengalami pemblokiran. Mulai 1 Maret 2018, pemilik nomor seluler yang belum melakukan registrasi ulang masih memiliki kesempatan sampai blokir total dilakukan. Per 1 Maret, Kemkominfo akan menutup akses telepon dan SMS ke luar.

    Lalu sebulan kemudian, yakni mulai 1 April 2018, operator akan menutup akses telepon dan SMS masuk. Kendati demikian, pemilik nomor masih bisa melakukan kegiatan dengan layanan data. Pemilik nomor pun bisa menggunakan lagi nomornya secara normal bila melakukan registrasi ulang sebelum 1 Mei. Pasalnya, pada 1 Mei akan dilakukan pemblokiran total dengan menutup akses terakhir, yakni pelayanan data.

    Bedasarkan data hasil rekonsiliasi per 12 Maret, jumlah kartu SIM prabayar yang terdaftar berkurang 26 juta nomor.

    Per 12 Maret, data nomor seluler prabayar yang berhasil melakukan registrasi ulang tercatat sebanyak 311 juta nomor atau tepatnya 311.303.429 nomor di Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Kendati demikian, setelah dilakukan pencocokan data, jumlahnya tereduksi 26.340.492 menjadi 284.962.937 atau selisihnya sebesar 8,5 persen. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.