Hari Terakhir Registrasi Ulang, Indosat Imbau Pelanggan Agar Tak Diblokir

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga mengantre untuk melakukan registrasi ulang kartu telepon seluler prabayar di Kantor Grapari Telkomsel, Yogyakarta, 28 Februari 2018. Pemblokiran tersebut sesuai dengan Peraturan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Nomor 12 Tahun 2016 Tentang Registrasi Pelanggan Jasa Telekomunikasi. ANTARA

    Warga mengantre untuk melakukan registrasi ulang kartu telepon seluler prabayar di Kantor Grapari Telkomsel, Yogyakarta, 28 Februari 2018. Pemblokiran tersebut sesuai dengan Peraturan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Nomor 12 Tahun 2016 Tentang Registrasi Pelanggan Jasa Telekomunikasi. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Group Head Corporate Communications Indosat Ooredoo Deva Rachman mengimbau pengguna kartu Indosat agar melakukan registrasi ulang kartu prabayar untuk menghindari pemblokiran total. Ia pun menyarankan agar pengguna melakukan registrasi ulang secara mandiri demi menjaga keamanan.

    "Terkait dengan jadwal pemerintah untuk pemblokiran total per 1 Mei 2018 terhadap nomor yang belum meregistrasi, kami mengimbau kepada pelanggan agar melakukan registrasi ulang," tutur Deva lewat keterangan tertulis yang Tempo terima, Senin, 30 April 2018.

    Baca juga: Nomor Prabayar Belum Registrasi Ulang, Kominfo Akan Blokir Total

    Pelanggan, kata Deva, dapat mendatangi gerai resmi Indosat Ooredoo jika memerlukan bantuan dalam proses registrasi ini. Ia juga menyebut pelanggan dapat mengecek apakah nomor Kartu Keluarga atau Nomor Induk Kependudukan miliknya digunakan pihak lain untuk registrasi ulang.

    "Bila pelanggan menemukan ada penggunaan data oleh pihak lain, bisa datang ke gerai Indosat Ooredoo untuk melakukan pengaduan," kata Deva. Pelanggan diminta membawa bukti otentik tentang adanya penggunaan data oleh pihak lain itu.

    Hari ini merupakan hari terakhir untuk melakukan registrasi ulang kartu prabayar. Mulai 1 Mei 2018, pemerintah akan menutup akses seluruh pelayanan, mulai dari SMS, telepon, hingga akses data bagi pelanggan yang belum melakukan registrasi. Sementara pada 2 Mei 2018, rencananya akan dilakukan penghitungan ulang untuk mendapatkan jumlah total nomor terdaftar dan jumlah nomor yang terblokir.

    Juru Bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Noor Izza mengatakan pihaknya belum mendapatkan angka terakhir jumlah nomor yang teregistrasi. Namun, masih ada peluang jumlah nomor bertambah karena nomor yang masih aktif masih bisa melakukan registrasi ulang.

    “350 juta nomor lebih (teregistrasi) sampai 24 April 2018. Kami akan melakukan penghitungan lagi pada 2 Mei 2018. Kemungkinan ada peningkatan,” kata dia.

    Menurut Noor, operator mulai melakukan pemblokiran terhadap nomor-nomor yang belum teregistrasi malam ini. Namun, dia tak mengetahui perkiraan nomor prabayar yang belum melakukan registrasi hingga saat ini.

    “Nanti malam proses pemblokiran semuanya. Registrasi ulang tetap masih bisa dilakukan sepanjang masa aktifnya belum berakhir,” ujar Noor.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.