AS Diklaim Tak Akan Keluar dari WTO

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Cina, Xi Jinping dan Presiden AS, Donald Trump. REUTERS

    Presiden Cina, Xi Jinping dan Presiden AS, Donald Trump. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - WTO mengklaim tidak ada indikasi Amerika Serikat berupaya menjauhkan diri dari organisasi itu dan menyatakan negosiasi untuk menghindari terjadinya perang dagang sedang berlangsung. "Saya tidak memiliki indikasi apa pun bahwa AS sedang menjauhkan diri dari WTO. Tidak ada indikasi," ujar Direktur Jenderal WTO Roberto Azevedo dalam wawancara kepada BBC, seperti dilansir Reuters, Rabu, 28 Maret 2018.

    Ihwal kemungkinan WTO tanpa AS, dia mengaku tidak pernah mendengar hal-hal yang dapat mendorong terjadinya hal itu. Azevedo menyatakan semua pejabat pemerintah Amerika meyakinkan WTO bahwa AS adalah anggota organisasi tersebut.

    Dia menuturkan pertanyaan mengenai apakah kebijakan tarif impor AS adalah legal hanya bisa diselesaikan panel WTO. Tapi dampaknya bisa dirasakan lebih cepat jika negara-negara lain melakukan perlawanan balik, sehingga memicu perang dagang. "Saya rasa kita belum sampai ke sana, tapi kita melihat beberapa pergerakan ke arah sana," tutur Azevedo.

    Dia menilai masyarakat internasional baru merasakan bahwa situasi sekarang sangat serius dan mengkhawatirkan apa dampaknya terhadap perekonomian dunia. Menurut Azevedo, negosiasi mengenai kebijakan itu masih berjalan dan berbagai upaya menghindari terjadinya perang dagang sedang dilaksanakan.

    Seperti diketahui, Presiden AS Donald Trump telah menerapkan kebijakan tarif impor untuk produk baja dan aluminium, masing-masing sebesar 25 persen dan 10 persen. Langkah tersebut mempengaruhi kebijakan ekonomi negara-negara lain di dunia, terutama mitra dagang utama.

    Kebijakan itu dipandang menunjukkan AS cenderung proteksionisme dan dikhawatirkan dapat memicu perang dagang.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.