Gejolak Politik AS Tekuk Dolar, Rupiah Dapat Angin Segar

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi mata uang Rupiah. Brent Lewin/Bloomberg via Getty Images

    Ilustrasi mata uang Rupiah. Brent Lewin/Bloomberg via Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Jumat sore, 16 Maret 2018, bergerak menguat 20 poin menjadi Rp 13.738 dibanding posisi sebelumnya Rp 13.758 per dolar AS.

    Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra di Jakarta, Jumat, 16 Maret 2018, mengatakan dolar AS cenderung melemah terhadap beberapa mata uang dunia, termasuk rupiah, menyusul munculnya kabar mengenai gejolak politik di Amerika Serikat.

    "Dolar AS melemah karena investor mempertimbangkan implikasi dari terus meningkatnya gejolak politik pemerintahan Presiden AS Donald Trump. Muncul kabar Trump berencana mengganti penasihat utama keamanan nasionalnya," katanya.

    Baca juga: Gencar Isu Kenaikan Suku Bunga The Fed, Rupiah Melemah

    Di sisi lain, ia menambahkan bahwa investor juga mengantisipasi kebijakan proteksionisme AS yang dinilai dapat memicu hambatan pada ekonomi AS. Dolar AS juga berada pada posisi yang kurang menguntungkan setelah data penjualan ritel AS turun pada Februari lalu.

    Sementara itu, Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada mengatakan penguatan rupiah relatif terbatas seiring kuatnya peluang The Fed menaikkan suku bunganya pada pekan depan dalam pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC).

    Di sisi lain, lanjut dia, data neraca perdagangan Indonesia yang kembali mencatatkan defisit turut mempengaruhi psikologis pelaku pasar.

    Sementara itu, dalam kurs tengah Bank Indonesia (BI) pada Jumat, 16 Maret 2018, mencatat nilai tukar rupiah bergerak melemah ke posisi Rp 13.765 dibandingkan posisi sebelumnya Rp 13.748 per dolar AS.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.