Ini Alasan Go-Jek Menarik di Mata Investor

Reporter:
Editor:

Martha Warta

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • CEO GO-Jek Nadiem Makarim dan Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas saat membuka Pesta Kuliner GO-FOOD di Banyuwangi. Pemkab Banyuwangi

    CEO GO-Jek Nadiem Makarim dan Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas saat membuka Pesta Kuliner GO-FOOD di Banyuwangi. Pemkab Banyuwangi

    TEMPO.CO, Jakarta – Perusahaan penyedia layanan transportasi berbasis aplikasi, Go-Jek, mendapatkan suntikan dana dari Google, Temasek, dan Meituan-Dianping. Menurut kabar yang beredar, Go-Jek memperoleh dana hingga US$ 1,2 miliar atau sekitar Rp 16 triliun.

    Menurut President Go-Jek Andre Soelistyo, para investor berminat investasi di Go-Jek karena melihat sebuah perusahaan Indonesia yang memiliki model bisnis asli Indonesia dan pertama kali di dunia. “Awalnya, tidak banyak yang percaya bahwa tukang ojek bisa menggunakan smartphone, pesan makanan dari restoran mewah, atau mengirim laptop seharga jutaan rupiah,” ujarnya kepada Tempo pada Jumat pekan lalu, 26 Januari 2018, seperti dikutip dari Majalah Tempo edisi 29 Januari-4 Februari 2018.

    Baca: Pesaing Go-Jek, Grab Dapat Suntikan 33 T dari Toyota dan Hyundai 

    Namun, ia menjelaskan, Go-Jek berdiri bukan hanya menjadi perusahaan transportasi, melainkan memberikan kesempatan kepada para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk berkembang. “Kami mencoba dan ternyata bisa. Tidak ada lagi yang seperti ini di dunia,” ucapnya.

    Selain itu, Andre melihat investor tertarik berinvestasi di Go-Jek karena modal bisnis yang unik dan ingin mempelajari kesuksesan Go-Jek dalam mengembangkan UMKM di Indonesia. Di sisi lain, Go-Jek sekaligus belajar dari sumber daya manusia kelas dunia tentang best practice sehingga terjadi pertukaran pengetahuan dan pengalaman.

    Dilansir dari Reuters, sejumlah sumber yang enggan disebut namanya menyampaikan pengumpulan dana untuk Go-Jek telah dimulai sejak tahun lalu dan ditargetkan rampung dalam beberapa pekan ke depan. Mereka menyebutkan KKR & Co LP dan Warburg Pincus LLC, yang telah lebih dulu menjadi investor Go-Jek, memiliki peran dalam pengumpulan dana tersebut.

    Sebelum kabar ini beredar, Go-Jek telah menerima investasi dari investor besar Cina, Tencent Holdings Ltd dan JD.com. Menurut laporan Reuters, nilai investasi keduanya mencapai US$ 100 juta.

    ANDITA RAHMA | PUTRI ADITYOWATI | KHAIRUL ANAM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.