BRI Terus Berupaya Perbaiki Kredit Bermasalah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jajaran direksi BRI saat pemaparan laporan keuangan triwulan II 2017 di Gedung BRI, Jakarta, Kamis, 3 Agustus 2017. Tempo/Vindry Florentin

    Jajaran direksi BRI saat pemaparan laporan keuangan triwulan II 2017 di Gedung BRI, Jakarta, Kamis, 3 Agustus 2017. Tempo/Vindry Florentin

    TEMPO.CO, Jakarta -PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mencatat rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross semester I 2017 lebih rendah secara tahunan (yoy). Namun secara kuartalan, NPL BRI sedikit naik.
     
    Direktur Utama BRI Suprajarto menuturkan rasio NPL perseroan pada semester I 2017 tercatat sebesar 2,34 persen, lebih rendah dibandingkan periode sama tahun lalu  2,39 persen. NPL BRI juga lebih rendah dari rata-rata NPL gross industri perbankan nasional yang tercatat sebesar 3,1 persen per Mei 2017.
     
    Secara kuartalan, Suprajarto menyatakan ada sedikit kenaikan NPL BRI pada kuartal II 2017 dibandingkan kuartal I. "Kenaikannya sedikit lebih ke administratif, seperti perpanjangan. Karena sistem, hitungannya langsung masuk NPL," katanya  di Gedung BRI, Jakarta, Kamis, 3 Agustus 2017. 
     
    Suprajarto menilai NPL tak berpotensi merisaukan, namun akan berupaya untuk memperbaikinya. BRI tidak akan mengurangi rasio pencadangan. BRI justru meningkatkan rasio cadangan terhadap kredit bermasalah menjadi 196,4 persen dari sebelumnya 150,7 persen. 
     
    Suprajanto menambahkan  BRI juga meningkatkan NPL coverage menjadi 196,4 persen. Persentasenya meningkat dibanding NPL coverage periode yang sama pada tahun lalu sebesar 150,7 persen. 
     
    VINDRY FLORENTIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?